Showing posts with label My Voyages. Show all posts
Showing posts with label My Voyages. Show all posts

Tuesday, July 10, 2012

Jalan-Jalan Lhokseumawe

Lhokseumawe merupakan kota di pesisir pantai Aceh bagian utara menghadap ke selat malaka. Mengutip dari wiki, Lhokseumawe berasal dari kata Lhok dan Seumawe. Dalam Bahasa Aceh, Lhok dapat berarti dalam, teluk, palung laut, dan Seumawe bermaksud air yang berputar-putar atau pusat mata air pada laut sepanjang lepas pantai Banda Sakti dan sekitarnya. Berada di antara Banda Aceh dan Medan, sehingga kota ini merupakan jalur distribusi dan perdagangan yang sangat penting bagi Aceh.


INFRASTRUKTUR, EKONOMI, TRANSPORTASI


Saya amati ekonomi masyarakatnya bertumpu pada
1. Pertanian (padi, sawit), peternakan (lembu) dan perikanan/nelayan lokal
2. Jalur transportasi penghubung banda aceh - medan
3. Sisa2 kejayaan industri berbasis kekayaan alam gas-nya (yg kini rencananya akan diaktifkan kembali)



Kapasitas bandara di Lhokseumawe adalah kapal propeller/baling. Nampaknya dulunya dibangun oleh untuk memenuhi kebutuhan kalangan industri disana

Saat tiba, masyarakat sedang musim panen. Sepanjang jalan terlihat padi yang menguning
 

Untuk urusan hotel, setidaknya hotel yg kami inap tidak mengalir air panasnya. Walau merupakan hotel berbintang.

Sepanjang jalan dapat kita amati masjid2 megah dengan arsitektur khas daerah sana

Sepertihalnya daerah2 di sumatara, becak motor merupakan bentuk kendaraan yang khas

Nampaknya sedang dibangun proyek spektakuler kereta sejenis Shinkansen aka bullet train aka kereta super cepat

Tetapi di beberapa titik jalur kertanya melalui depan halaman rumah para penduduk

Tak perlu jauh2 ke mall atau cafe utk dapetin free wifi, cukup ke warung/pondok bambu penjual2 makan. Anda sudah  bisa mengakses internet




ARUN

PT Arun merupakan salah satu tonggak Industrialisasi di Lhokseumawe. Dimulai dari produksi gas, kemudian berlanjut ke ekspor LNG. Dan kemudian memunculkan industri Pupuk, Pupuk iskandar Muda dan Aceh Asean Fertilizer

Dimulai di keruk gasnya dari tahun 70'an. Kini produksi gas-nya telah turun sehingga menyebabkan industri di sekitarnya mati suri.

So kini tantangannya adalah mengubah eksport terimnal LNG Arun menjadi terimal impor LNG. Untuk mensuplai industri2 di kawasan aceh dan sumatara utara


PANTAI

Melepas penat setelah site survey di Arun, pantai menjadi tujuan. Untungnya kami ada photographer engineer (pak Bet), yang memprovide foto2 narsis









KULINER

Untuk urusan kuliner, emang sih banyak berpotensi kolesterol, tapi worthed deh, dijamin maknyos-maknyossss-maknyosssss.  

Dimlai dari burung sawah

Masakan2 berbumbu aceh, MVP: kepala barakuda 

Mie Aceh kepiting super

Sate matang, daging kambing-nya manis dan berkaldu. Dipadu dengan bumbu kacangnya dan sop. Maknyoss-maknyoss-maknyosss

Menikmati nasigoreng seafood di suasana malam jalan2an aceh

Untuk urusan ari mineral dalam kemasan. Kayaknya pengusa pasar lokal bernama Aini Qua


SOUVENIR
Untuk souvenir yang benar2 lokal nampaknya adalah dendeng, kopi ulee kareng. Klo urusan tekstil (baju dll), disourcingnya di pulau jawa


PENUTUP

Overall merupakan perjalanan menarik di Lhokseumawe. Mengenal sisi lain kehidupan masyarakat setempat. Kulinernya TOP bgt deh. Tetapi karena bukan kota wisata, worth to visit but not for holiday. 

Wednesday, May 30, 2012

Top 10 Memorable Places - Jalan2 2009


Berikut top 10 memorable place ketika saat kuliah dan honeymoon di eropa

1. Olympia Park, Munich/Germany
Olympia park adalah bekas komplek olahraga yang digunakan untuk Olimpiade 1972 Munich. Kini dijadikan sebagai ruang terbuka hijau, kompleks olahraga serta kawasan pemukiman. Pada musim panas, diadakan festival musim panas dengan kembang api yang sangat meriah


2. Koenigsee & Obersee, Fussen/Germany
Dua danau yang sangat indah terletak sekitar dua jam dari munich.



3. Eiffel Tower, Paris/France
Menara yang menjadi trademark kota Paris. Memperkuat suasana romantis kota Paris



4. Bavarian Country Side, Chiemgau/Germany
Pengalaman jalan2 di daerah pedesaan di Bavaria di sekitar pegunungan Alpen

5. Schloss Hellbrun, Salzburg/Austria
Istana musim panas dengan attraksi air mancurnya. Destinasi no satu di kota Salzburg, kota musikal yang menjadi settingan dari film Sound of Music.


6. Musee du Luvre, Paris/France
Sebuah istana yang diubah menjadi museum. Terkenal dengan arsitektur Pyramid kaca di tengah komplek istana tersebut. Muncul dalam film Da Vinci Code.


7. Mosquee de Paris, Paris/France
Masjid besar Paris, dengan arsitektur khas Maroko



8. Schloss Neuschwanstein
Istana musim panas yang merupakan obsesi dari seorang pangeran pemimpi. Bentuk arsitektur menjadi salah satu inspirasi Kastil Disneyland,


9. BMW Welt, Munich/Germany
Muenchen sebagai ibukota Bayern/Bavaria adalah markas pusat dari pabrik otomotif BMW (Bayerische Motoren Werke AG atau dalam bahasa Inggris Bavarian Motor Works). Disini terdapat "showroom" pusatnya yakni BMW  Welt. Silahkan anda cicipi mobil2 keluaran BMW terbaru sepuasanya




10. Hofburg Palace, Vienna/Austria
Istana megah peninggalan kerajaan Austria yang kini menjadi museum. Salah satu museum yang patut dilihat adalah Imperial Treasury yang berisi koleksi permata dan perhiasan dari para raja2 di Austria jaman dahulu.

Friday, July 3, 2009

Alpsphilc Acute Syndrome - A journey plan

Recently, suddenly, somehow-ly, I became Alpsphilic. Alpsphilic is the unscientifically terms used for describing "wanting to visit the alps" (Alps = Alps mountains; Philic = Attracted/affinity). After I browse the websites and informed by others, I decided (maybe if I have the time & fund) to visit the Ice Cave nearby Werfen and the Koenigsee nearby Berctesgaden.

Ice Cave
Its said to be the largest ice cave in the world. I've visited several natural caves in Indonesia. But you wont find ice in it.
The trip plan is:
- Train from munich to salzburg using bayern group ticket
- S-bahn from salzburg to werfen using einfach-raus group ticket
- Using bus, cable car and hiking
- Finally the cave visit
- Then go home
Estimated cost for a group of 4 or 5 person is 35 euro each person for a day trip For the round trip journey from munich and also ticket for visiting the cave)
Links

Koenigsee
A beautiful natural lake. Traveling using boat u can go to a smaller lake, the obersee which they said to have a highest waterfall in Germany. Roethbachfall, a 470 meters tall waterfall.
Trip plan is
- Train from munich to Freilassing
- Exchange train from Freilassing to Berchtesgaden
- Bus trip to koenigsee
- Boat trip to obersee
- Walk/hiking to see the roethbachfall
- Then go home
Estimated cost for a group of 4 or 5 person is 25 euro each person for a day trip (For the round trip journey from munich and ticket for visiting the lake and waterfall).
Links:


Anybody interested to join? Just let me know, we can share the group ticket cost, the cheaper the merrier.

nb: the pictures aren't mine, I just took from the website.

Wednesday, January 28, 2009

KBRI Paris

Travelling ke Prancis? Jangan lupa alamat KBRI Paris (Ambassade de Indonesie en France). Akses melalui transportasi publik bisa melalui bus (no 22 atau 52 ) turun di Av. Paul doumer atau La Muette. Atau menggunakan metro, turun di halte metro La Muette atau Passy.

Contact:
KBRI Paris (Ambassade d'Indonésie)
47-49, rue Cortambert, 75116 Paris
Telpon: (+33) 1 45 03 07 60 - Faksimil: (+33) 1 45 04 50 32
Website: http://www.amb-indonesie.fr

Saturday, December 27, 2008

Vacation in Paris

Inilah cerita pengalamanku jalan-jalan di Paris. Ceritanya sih mau lapor ke KBRI di Paris, bahwa kami (saya, della dan agi) adalah pelajar Indonesia yang sedang studi di Rennes Prancis. Selain lapor, dimanfaatkan saja sebagai kesempatan jalan-jalan. Kami bertiga berangkat jumat pagi menggunakan TGV ke Paris. Perjalannannya memakan waktu kira-kira 2 jam. Kami turun di Gare Montparnasse - Paris, kemudian membeli one day ticket untuk public transport di Paris. Sesampainya di KBRI, ternyata oh ternyata, KBRI sedang libur Lebaran. Kami pikir KBRI akan libur lebaran hanya pada hari Rabu dan Kamis. Ternyata libur diperpanjang sampai hari Jumat.
Setelah salat jumat di KBRI, kami memulai petualangan keliling kota Paris. Tempat pertama yang kami tuju adalah menara eiffel. Disini kami hanya melihat-lihat menara Eiffel dari bawah, disebabkan antrian menara eiffel yang sangat panjaaaang kala itu.











Hari pertama pun berakhir hanya dengan mengunjungi satu objek wisata. Malamnya, kami nginep gratisan di kostan Mas Aditya T, senior kami yang sekarang kuliah di Paris.
Perjalanan hari kedua dimulai dengan melihat-lihat area Notre Dame. Melihat arsitektur khas prancis serta taman-taman disekitarnya. Disini kami juga bermain dengan merpati-merpati.











Satu hal yang terlewat dari kunjungan kami ke Notre Dame adalah kami tidak berhasil menemukan point zero alias titik nol kota Paris. Konon katanya, kota paris di mulai dari situ. Menurut Madam Sri, guru les bhs Prancis di CCF Wijaya, point zero terletak di deket Notre Dame. Biasanya orang-orang berdiri di atas point zero tersebut dan kemudian berfoto ria.










Akhirnya kami hanya menelusuri sungai, melihat-lihat kapal dan seniman jalanan. Saat tiba di Musee de Luvre, kami lagi-lagi hanya mengamati arstiektur dan taman sekitar. Selain hemat tiket, kami juga melihat antrian panjang bak ular. Membuat malas ikut ngantri. Tak lupa kami berfoto ria di depan pyramid. Yang konon menurut novel da vinci code, di bawah pyramid tersebut...










Dari Musée du Louvre kami melanjutkan perjalanan menuju Arc De Triomphe. Sepanjang perjalanan, kami melewati banyak taman.










Juga ada Place de la Concorde. Nampaknya merupakan replika obeliks, tribute for arkeologi prancis yang pernah menelitinya. Setelah Place de la Concorde, kami menyusuri Aero Expo sepanjang perjalanan. Nampaknya sedang diadakan pameran dirgantara memperingati 100 tahun industri dirgantara prancis. Di hadirkan berbagai model dan replika dari industri dirgantara, baik untuk keperluan sipil maupun militer.










Tibalah kami di Arc De Triomphe. Ternyata dari Musée du Louvre sampai Arc De Triomphe tuh jauh juga. Lain kali lebih baik naik metro.











Setelah puas melihat-lihat di Arc de Triomphe, kami memutuskan untuk istirahat dan salat di La Grande Mosquée de Paris. Kami menggunakan metro untuk menuju kesana. Saat keluar dari halte metro, kami melewati Jardin de Plantes terlebih dahulu sebelum sampai di mesjid. Jardan de Plantes merupakan botanical garden di Paris. Cukup indah melihat aneka tanaman dengan bunga-bunganya.










Di La Grande Mosquée de Paris kami salat dan beristirahat. Lalu kami menikmati arsitektur mesjid yang dibuat khas maroko.










Perjalanan kemudian dilanjutkan untuk melihat menara Eiffel di malam hari. Yups, terang-benderang dengan tema warna biru dan bintang kala itu.















Hari ketiga dimulai dengan tujuan utama naik ke menera Eiffel. Kami datang cukup pagi, sehingga antrian belum panjang. Namun sayang, kondisi angin yang kencang membuat kami hanya sampai ke bagian tengah menara. Akses ke puncak menara ditutup kala itu.
Last but not least ada satu objek yang ingin ku kunjung yakni Museum Curie. Ketika sampai, ternyata museum sedang tutup. Akhirnya perjalanan 3 hari 2 malam di Paris berakhir. Dengan menyisakan beberapa rasa penasaran: Museum Curie, Puncak Eiffel, Point Zero. Next time maybe...