Monday, April 29, 2013

Bahaya Asbes

Mendengar kata “Asbes”, kebanyakan orang akan teringat pada Atap Asbes. Atap jenis ini cukup banyak digemari oleh orang2 indonesia sebagai atap terutama utk bangunan seperti rumah semi-permanen, garasi, warung/kios, pabrik dan lain sebagainya. Alasan murah dan ekonomis menjadi alasan utama mengapa atap jenis ini menjadi laris. Selain itu dibandingkan dengan atap seng (yang sama2 murah), atap asbes ini juga memiliki keunggulan relatif tidak menyerap panas, ringan, dan tidak berisik ketika hujan.



“Asbes” sendiri merupakan istilah pasar untuk bermacam-macam mineral yang dapat dipisah-pisahkan hingga menjadi serabut yang fleksibel. Berdasarkan komposisi mineralnya, asbes dapat digolongkan menjadi dua bagian. Golongan serpentin; yaitu mineral krisotil yang merupakan hidroksida magnesium silikat dengan komposisi Mg6(OH)6(Si4O11) H2O, Golongan amfibol; yaitu mineral krosidolit, antofilit, amosit, aktinolit dan tremolit. Yang banyak digunakan dalam industri adalah asbes jenis krisotil.


Selain kompisisi mineralnya, asbes memiliki perbedaan pada panjang “serat”nya. Serat yang panjang dan halus memiliki kegunaan yang berbeda. Umumnya kegunaan tersebut didasarkan pada kemampuan asbes utk di”pintal”.

Serat asbes yang dapat dipintal, umumnya digunakan untuk :
- Kopling, tirai dan layar, gasket, sarung tangan, kantong-kantong asbes, pelapis ketel uap, pelapis dinding, pakaian pemadam kebakaran, pelapis rem, ban mobil, bahan tekstil asbes, dan lain-lain.
- Alat pemadam api, benang asbes, pita, tali, alat penyam-bung pipa uap, alat listrik, alat kimia, gasket keperluan laboratorium, dan pelilit kawat listrik.



Sedangkan asbes yang tidak dapat dipintal digunakan untuk:
- Semen asbes untuk pelapis tanur dan ketel serta pipanya, dinding, lantai, alat-alat kimia dan listrik
- Asbes untuk atap;
- Kertas asbes untuk lantai dan atap, penutup pipa isolator-isolator panas dan listrik;
- Dinding-dinding asbes untuk rumah dan pabrik, macam-macam isolasi, gasket, ketel, dan tanur;
- Macam-macam bahan campuran lain yang menggunakan asbes sangat halus dan kebanyakan asbes sebagai bubur.


Bahaya Asbes
Dari sekian banyak kegunaannya, tahukah anda bahwa serat asbes merupakan bahan yang berbahaya? Dan mengapa?

Serat asbes umumnya berukuran 3 sampai 20 micron, sehingga tidak dapat terlihat secara kasat mata. Tetapi bila diperbesar melalui mikroskop electron, bentuk dari serat asbes adalah lancip dan tajam.


Partikel-partikel serat asbes tersebut sangat ringan dan dapat terbang diudara. Bila terhirup dan masuk ke dalam paru-paru maka tidak dapat keluar dari tubuh lagi. Hal ini dikarenakan serat asbes tersebut terjebak dan menempel pada organ paru-paru. Kemudian dikarenakan serat asbes adalah inorganic, ia tidak dapat larut/terurai keluar dari tubuh.

Serat asbes yang lancip/tajam dan terjebak di dalam paru-paru inilah yang berbahaya bagi kesehatan. Paru-paru kita mengembang dan mengempis ketika bernafas, pada saat itulah serat asbes yang lancip/tajam mengiris-iris bagian dalam paru-paru. Kemudian mengakibatkan luka pada paru-paru. Luka ini berkembang terus menjadi iritasi/luka yang lebih besar lagi dikarenakan ter-iris lagi ketika bernafas. Sampai ke berbagai macam penyakit lainnya seperti sesak nafas dan kanker.


Berikut beberapa contoh awal kasus dari orang orang2 yang terindikasi terkena penyakit yang terkait dengan asbes. Umumnya adalah pekerja di pabrik pengolahan asbes atau keluarga (anak) dari pekerja asbes yang tinggal dekat pabrik ataupun rumah/lingkungan yang penuh asbes. Berikut contoh dari Division of Occupational Safety & health (DOSH) Washington State Departement of Labor & Industries adalah kasus sesak nafas yang terjadi pada Joe Darabant dan tumor paru-paru pada Richard Pankowski


Lebih gawat lagi, sejauh ini belum ada cara untuk mendeteksi seberapa parah paru-paru kita terkontaminasi asbes. Foto rontgen terhadap paru-paru tidak dapat banyak membantu dikarenakan serat asbes yang berukuran micron. Kita hanya dapat menduga paru-paru terkena penyakit yang terkait asbes bila terjadi gejala sesak nafas dan orang tersebut tinggal di lingkungan yang banyak asbes.


Asbes di Dunia
Di negara-negara berkembang, asbes masih merupakan primadona sebagai aneka bahan baku industry. Indonesia sendiri pada 2010 merupakan negara konsumsi asbes nomor 5 terbesar di dunia setelah China (613,760 metric tons), India (426,363 metric tons), Russia (263,037 metric tons), Brazil (139,153 metric tons), dan Indonesia (111,848 metric tons).


Sebagai negara terbesar ke-5 di dunia dalam hal konsumsi asbes, kita dapat menemukan produk2 dengan bahan baku tersebut dimana-man. Yang kasat mata tentulah atap2 asbes, yang masih dijual secara bebas tanpa peringatan.



Tetapi terkadang dalam produk2 lainnya yang kita beli, sejauh ini tidak ada peringatan apakah produk yang kita beli tersebut mengandung asbes. Hal ini mungkin karena belum ada kesadaran dari masyarakat indonesia serta belum ada undang2 yang mengatur tentang asbes.

Berbeda dengan negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa Barat, zaman “kejayaan” asbes dimulai pada tahun 1900an dan berakhir pada awal 1980an. Kini negara2 tersebut (terutama Amerika) sedang mengalami masa2 kesulitan untuk membongkar dan membersihkan bahan2 asbes yang terutama berada di bangunan. Prosedur ketat pun diterapkan dalam membersihkan asbes, gedung2 tua tidak boleh begitu saja dihancurkan bila banyak mengandung asbes, karena dikhawatirkan debu2 serat asbes akan terbang dan membahayakan penduduk sekitar.



Prosedur ketat dilakukan terhadap pembongkaran rumah, gedung dan pabrik yang mengandung bahan asbes seperti “membungkus” dengan plastic dan disambungkan dengan pompa vakum agar debu2 asbes tersebut tidak terbang. Orang2 yang membersihkan gedung2 asbes pun diwajibkan menggunakan baju “astronot” agar tidak membahayakan pekerja tersebut.



Penutup
Pelarangan asbes di indonesia nampaknya masih jauh. Keuntungan ekonomi jangka dekat (murah) dari penjual maupun pembeli/pengguna-nya merupakan alasan utama. Tetapi bila anda mencintai kesehatan anda dan keluarga anda, penulis sarankan untuk jauhi penggunaan asbes. Ya, kesehatan memang mahal.


Sumber:
http://www.tekmira.esdm.go.id/data/Asbes/ulasan.asp?xdir=Asbes&commId=1&comm=Asbes
http://en.wikipedia.org/wiki/Asbestos
http://www.asbestosguru-oberta.com
- Division of Occupational Safety & health (DOSH) Washington State Departement of Labor & Industries
- mbah gugel
- dll

Thursday, April 25, 2013

Resensi: Penipu, Penipu Ulung, Politikus dan Cut Zahara Fonna

Setelah sekian lama tidak “membaca”, akhirnya ada suatu bacaan yang mampu membuat penulis ketagihan utk menamatkannya. Bacaan tersebut berjudul “Penipu, Penipu Ulung, Politikus dan Cut Zahara Fonna”. Bukan buku melainkan blog. Cerita tersebut ditulis oleh penulis yang bernama pena Imam Semar dalam blognya “Ekonomi Orang Waras Dan Investasi” atau EOWI.


Genre bacaan tsb bukanlah kategori “ringan”, so anda yang sedang mumet banyak pikiran. Tidak disarankan untuk membacanya. Genre ini lebih cocok pada anda yang sedang fresh dan suka melakukan kajian terhadap ekonomi makro, politik, sejarah dll (heavy thinking).

Dalam tulisannya para pembaca diajak untuk membahas hal2 seperti uang, sistem ekonomi, inflasi, penipuan skema ponzi, pajak, trik2 para penipu dan masih banyak lainnya. Ditulis dengan sudut pandang skeptis dan dibumbui oleh lelucon-lelucon ironi merupakan salah satu khas dari si penulis cerita.

Setidaknya saya secara pribadi, tidak sadar dan kecanduan sampai menamatkan lebih dari 30 postingan cerita bersambung ini. Setelah membaca ceritanya, setidaknya menambah sudut pandang saya terutama terhadap hal2 seperti inflasi dan pajak (padahal saya orang yang taat pajak loh..).

Walau demikian tidak semua argumen dari si Imam Semar yang saya setuju. Tetapi keberaniannya untuk mengemukakan pendapat serta keberaniannya utk melihat dan berpikir out of the box melawan dogma ekonomi kekinian, sangat saya apresiasi.

Dan penting untuk dipahami oleh para calon pembaca, bahwa cerita “Penipu, Penipu Ulung, Politikus dan Cut Zahara Fonna” lebih banyak menceritakan tentang permasalahan yang dihadapi sistem ekonomi saat ini, dan sedikit mengulas ttg solusi. So anda2 jangan terlalu resah, walau demikian tetaplah waspada.

Nb: Warning. Bacaan blog tersebut cukup Kontroversial. So saya tidak bertanggung jawab bila ada yang “tercuci otaknya”. hehehehe

Monday, April 22, 2013

Ujian Nasional, Negeri Pilihan Ganda & Esensi Pendidikan


Ujian nasional 2013 telah menjadi ajang “stress masal” bagi bangsa Indonesia. Dimulai dari murid, orang tua, guru, kepala sekolah, sampai ke level menteri-nya. Semuanya was-was, cemas, stress, tegang menantikan hasil kelulusan. Ini semua bermula dari “visi” menyelenggarakan sebuah ujian dari sabang sampai merauke yang nantinya menentukan kelulusan dengan parameter yang seragam.

Kita semua setuju bahwa dalam suatu proses (dalam hal ini pendidikan), haruslah ada prosess evaluasinya. Dari evaluasi ini, kita bisa melihat sejauh mana keberhasilan peserta didik (siswa) dalam menyerap pelajaran. Evaluasi ini bisa dengan bermacam metode seperti ujian tertulis, ujian lisan, ujian praktek, pengamatan guru dan lain sebagainya.

Permasalahan pertama muncul ketika ujian ini harus dilakukan secara “Nasional”. Indonesia sebagai negara luas, geograifs kepulauan, budaya berbeda dan tingkat infrastruktur yang berbeda. Ketika parameter kelulusan harus diseragamkan secara nasional tidaklah adil dan tidak bermanfaat. Hal ini dikarenakan kebutuhan Sumber Daya Manusia untuk mengolah Sumber Daya Alam-nya di tiap daerah berbeda. Di perkotaan besar, di daerah agraris, di daerah kelautan, semuanya memiliki tuntutan SDM yang unik dan khas. Di daerah agraris misalnya membutuhkan lulusan yang memahami cara2 pertanian. Di kelautan membutuhkan orang yang memahami cuaca, navigasi kelautan dll. Sehingga kebutuhan kurikulum dan bahan ajarnya berbeda tiap daerah.

Selain itu Ujian secara Nasional ini memicu ketidak adilan. Semisal siswa2 dari daerah terpencil minim infrastruktur harus bersaing dengan siswa kota2 besar. Yang didaerah terpencil mungkin ketika musim panen harus “libur” membantu panen orang tua. Sedangkan di kota besar biasanya dijejali soal2 dan PR di sekolah dan bimbel. Bahkan seringkali libur pun tetap dijejali oleh soal2 PR atau tugas. Karena umumnya parameter kelulusannya seputar menjawab soal matematika, bahasa inggris dll. Padahal klo parameter kelulusannya adalah cara menanam padi, siswa dari daerah mungkin nilainya jauh lebih tinggi dari pada yang dari perkotaan.

Lalu bila kurikulum dan bahan ajar berbeda di tiap daerah, bagaimana misal seorang siswa dari daerah A pindah ke daerah B? Tinggal adakan saja “ujian masuk” bagi siswa yang hendak pindah sekolah dari daerah lain. Ujian masuk ini bisa diserahkan ke masing2 sekolah atau dinas pendidikan daerah utk mengadakan bagaimana cara teknisnya dan parameter penilaiannya. Apakah itu melalui ujian tertulis, ujian lisan, ujian praktek, psikotes, besarnya sumbangan orang tua dll. Karena masing2 sekolah atau dinas pendidikan daerah yang lebih mengetahui parameter evaluasi yang dibutuhkan sehingga siswa yang pindah dari daerah lain dapat mengikuti pelajaran di sekolahnya. Sehingga “ujian nasional” ini dibebankan kepada orang yang pindah sekolah secara nasional (antar daerah). Bukan kepada semua siswanya (yang seperti saat ini).

Jangankan antara propinsi/kota/kabupaten, antar Negara pun( yang kurikulumnya, bahan ajar dan bahasa pengantar daerah sudah jelas2 berbeda) bisa diselesaikan. Kalau mau sekolah diluar negeri (terutama S2),biasanya ada persyaratan “penyetaraan” dimana kita di haruskan ikut TOEFL/IELTS utk bahasa inggris atau test SAT dll. Sehingga depdiknas atau dinas daerah membuat semacam “TOEFL” bagi siswa2 yang mau pindah sekolah lintas daerah. Misal di Jakarta utk level SMA “TOEFL”nya harus score 500.


Negeri Pilihan Ganda (PG)

Lalu berpindah ke jenis test UN yang umumnya tes tertulis dan pilihan ganda (PG). Keunggulan dari PG adalah menghapus subjetifitas dari penilai. Bila jawaban yang benar adalah A, ya A, klo jawab B berarti salah. Selain itu, PG salah satu metode memeriksa banyak soal dalam waktu yang singkat. Berbeda dengan soal2 esai yang terkadang subjetifitas si pemeriksa soal bermain (klo lagi moodnya bagus ngasih nilai bagus dan sebaliknya.

Berdasar pengalaman pribadi penulis, penilaian ujian sekolah yang banyak PG. Menimbulkan “mental instan” terutama disebagian kalangan murid (seperti penulis sendiri, sedikit curcol hehehe). Bagi yang cerdik, soal PG dijadikan ajang spekulasi bila kondisi sudah mepet. Ketika tidak tahu jawaban yang benar, cari jawaban yang salah. Jawaban yang gak salah, berarti adalah jawaban yang benar. Kemudian di matematika, jawaban dimasukan ke rumus soalnya dll. Hal ini menimbulkan mental mengakali soal daripada menjawab soal. Praktikum pun kadang jadi malas, toh ujung2nya nanti ujian sekolah adalah pilihan ganda.

Pernah penulis di tingkat2 akhir SMA, mempertanyakan selama ini esensi belajar di sekolah itu untuk apa? Karena sewaktu itu, penulis hanya merasakan hanya jago menjawab pilihan ganda saja. Dulu penulis (sewaktu masih pelajar) sempat memiliki mindset bahwa untuk bisa masuk ke sekolah unggulan itu melalui dua cara. Cara pertama, orang tuanya harus kaya sehingga bisa memberi “uang bangunan” yang besar ke sekolah. Cara kedua, harus jago menyelesaikan soal pilihan ganda. Jago pilihan ganda ini ada beberapa jenis: memang pintar, jago mengakali soal, jago nyontek, atau seseorang yang emang memiliki “Hoki” besar. Kadang orang yang pintar pun klo di lambat mengisi PG, dia bisa terlibas oleh orang cerdik yang menggunakan strategi seperti jangan terpaku pada satu soal yang sulit dan menyita waktu lama dll.

Dan ternyata hidup itu bukan sekedar pilihan ganda. Penulis sempat mengalami kesulitan dengan soal2 kuliah yang lebih mengedepankan utk menjelaskan, tugas2 laporan, praktikum dll. Bahkan setelah saya lulus kuliah, segalanya menjadi terang benderang, bahwa permasalahan hidup tidak bisa diselesaikan melalui pilihan ganda.


Padatnya Pelajaran

Beralih ke bahan ajar, sekarang ini terasa bahwa bahan ajar (terutama di kota2 besar) sangatlah padat dari tahun ke tahun. Klo sempat baca2 buku pelajaran sekarang, rasa2nya yang dulu pelajaran tersebut saya dapatkan di SMP, tapi sekarang rasanya sudah diajarkan di SD. Padahal dulu jaman SMP pun cukup sulit, apalagi sekarang yang harus dipelajari di SD. Saya inget dulu waktu SMP dan SMA (di bandung), materi yang ada di buku pelajaran pegangan dari departemen pendidikan “terlalu simple”. Sehingga guru2 lebih memilih untuk buku pelajaran dari penerbit swasta, yang isi bobot bahan ajarnya lebih mendalam.

Mungkin ini semua bermula dari ketika ujian, semua orang (guru, orang tua, penerbit dll) belomba utk mendapatkan nilai tinggi (melalui les tambahan, buku baru dll). Ketika murid2 tersebut mendapat nilai tinggi, akhirnya mungkin yang membuat bahan ajar (dinas pendidikan), “menaikan/menambah” standar bobot pelajaran. Kemudian siklus berulang dengan guru, penerbit, bimbel dan orang tua yang men-drill para murid agar bisa mendapat nilai tinggi. Setelah berhasil mendapat nilai tinggi, berulang lagi dinas pendidikan menaikan standard. Ujung2nya generasi dibawahnya merasakan beban belajar yang lebih berat. Para murid beban secara stress berlebih, beban terhadap buku2 pelajaran yang berat dan padat, waktu bermain kurang dan lain sebagainya. Orang tua pun “tergerus” dengan biaya mahal buku pelajaran, tambahan les dll. Sebuah siklus yang tak henti-hentinya. Para guru pun kelabakan untuk mengejar bahan aja yang padat.


Esensi Pendidikan

Mengurai tentang makna esensi pendidikan mungkin terlalu berat utk diulas oleh penulis yang bukan seorang filosof. Tetapi melihat kejanggalan-kejanggalan di negeri ini, apakah esensi pendidikan sudah berhasil? Beberapa contoh kasus mungkin bisamenjadi renungan.

Pertama, ketika negeri ini sering dilanda banjir dan longsor. Apakah tidak ada pelajaran yang mengajarkan kalau buang sampah sembarangan dapat menyumpat saluran air. Bahwa ketika pohon2 ditebang dapat menyebabkan longsor. Ketika hutan diganti dengan beton, sulit untuk meresap air.

Kedua, ketika negeri ini banyak yang tertipu oleh investasi priamida, investasi bodong, forex dll. Apakah tidak ada pelajaran matematika dan ekonomi, bahwa mendapatkan keuntungan yang bombastis bin fantastis itu too good to be true. Apakah tidak ada pelajaran sejarah, bahwa penipuan ini sudah berulang-ulang-ulang-ulang terjadi. Dari mulai zaman ponzi, QSAR, koperasi langit biru, emas bodong dll. Bukti ketika pelajaran sejarah itu hanya hafalan tanggal, nama dan tempat, tanpa menganalisis makna dibalik sejarah tersebut.

Ketiga, ketika orang2 mempunyai uang yang pas2an. Rata2 orang Indonesia lebih senang “membakar” uang tersebut dan dihisap asapnya, daripada dibelikan makanan yang bergizi atau buku pelajaran untuk anaknya.

Keempat, ketika setelah selesai UN. Banyak siswa yang malah tawuran dan corat-coret. Kelima, Ketika, kasus penipuan blue energy Joko suprapto. Apakah gak diajarkan fisika? Keenam, tiadanya budaya antri. Ketujuh-kedelapan dan seterusnya.

Menurut penulis, setidaknya bangsa ini memandang pendidikan itu untuk mengejar strata sosial ikut andil dalam kesemerawutan dunia pendidikan. Kita lihat di undangan nikah atau sunat, gelar pendidikan dipampang di kartu undangan (ini mau nikahan atau mau ngadain konferensi ilmiah). Mungkin peralihan dari budaya masa lampau kalau dulu orang2 bangga pakai gelar Raden (sekarang mungkin dianggap sudah kuno). Padahal kalau kita membaca nama peneliti di jurnal paper luar negri, belum tentu (kebanyakan) tidak menyebutkan gelar2an. Jadi paper dinilai oleh kedalaman isi dari penelitian bukan dari gelarnya si peneliti.


Solusi Edan-Eling

Di jaman edan (gila), orang eling(waras)-lah yang dianggap edan (gila). Ketika dunia pendidikan sudah carut-marut, apakah kita ikut bercarut-marut ria? Keberanian menentang mainstream, keberanian untuk think out of the box diperlukan. Syukur-syukur kalau bangsa Indonesia mendapatkan mentri yang berani berkata stop pada rantai kesemerawutan pendidikan. Tapi kalau tidak mendapatkan menteri seperti itu, minimal kita2 adalah agen perubahan untuk keluarga/anak masing2.

Jangan biarkan anak kita (seperti halnya anak orang2 lain) terlalu banyak diberi beban (stress) di drill pelajaran2 yang padat. Ke sekolah macet2an, pulang sekolah macet2an ke tempat les. Nyampe rumah tinggal capek. Pelajaran menjadi suatu mimpi buruk bagi siswa, hanya merupakan hafalan2. Anak berkompetisi OK, tetapi yang wajar saja. Gak perlu membebani anak untuk lulus ujian nasional, karena takut jadi omongan tetangga dll, sehingga klo gak lulus serasa dunia ini runtuh.

Jangan biarkan juga kita menganggap bahwa pendidikan adalah hanya di sekolah (formal). Di rumah pun adalah sarana pendidikan. Mulai dari anak belajar mandiri, belajar budi pekerti sampai ke belajar Matematika, IPA dll.

Hilangkan mindset kita bahwa belajar itu adalah guru ketemu murid. Semisal menonton National Geographic, Discovery Channel, BBC Knowledge dan Animal planet juga bisa menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan. Kita bisa mempelajari berbagai jenis ekosistem, rantai makanan, habitat melalui tayangan documenter hewan2. Bisa belajar sosiologis dan budaya berbagai masayrakat dunia. Bisa belajar sejarah dan penemuan2 penting para ilmuwan dunia dll. Update perkembangan teknologi dan lainnya. Kadang saya lebih mengerti makna sejarah dengan menonton film documenter dari pada dulu belajar buku sejarah yang lebih menekankan pada tanggal, tempat dan orang.

Metode belajar lain seperti berkebun di rumah sambil mengamati jenis2 pohon (monokotil, dikotil dll). Di dapur belajar masak sambil belajar fisika, air panas berubah menjadi uap. Kemudian jalan2 ke kebun binatang mengenal jenis2 hewan (karnivora, herbivore dll). Ke museum dll.

Intinya anak kita bimbing untuk lebih “memahami” daripada hanya sekedar “menghafal” pelajaran (yang kemudian lupa beberapa hari kemudian setelah ujian). Dan tanggung jawab pendidikan itu bukan hanya di sekolah (formal) tetapi juga di rumah dan lingkungan (informal).



Friday, April 19, 2013

Quiz: Zakat Maal (Diskusi Zakat Profesi, Ekonomi dll)

Penulis akan mencoba mengajak bersama-sama “berpikir” tentang mengenai Zakat Maal. Terutama mengenai seputar “zakat kepemilikan” dan “zakat profesi”. Untuk mempersingkat tulisan ini, ayat2 tentang dasar zakat dapat di search di google atau Wikipedia. Tulisan ini mengajak para pembaca utk sama2 kita “memikirkan” dari permasalahan zakat dan pengaruhnya pada system perekonomian secara makro.


Sebelum lanjut ke pembahasan, Beberapa poin yang kita coba samakan persepsi-nya adalah:
1.Berjalan 1 tahun ( haul ), Pendapat Abu Hanifah lebih kuat dan realistis yaitu dengan menggabungkan semua harta perdagangan pada awal dan akhir dalam satu tahun kemudian dikeluarkan zakatnya.
2.Nisab zakat, perdagangan sama dengan nisab emas yaitu 20 Dinar atau senilai 85 gr emas
3.Kadarnya zakat sebesar 2,5 %

Secara singkat dan sederhana (secara rumit silahkan baca buku2 atau googling) pada “Zakat profesi” ini terdapat dua pendapat dari para alim ulama. Padangan pertama adalah dari para Ulama2 “klasik” yang berpendapat bahwa wajib hukumnya berzakat bila haul dan nisab-nya telah terpenuhi.

Sedangkan dari para ulama “kontemporer” berpendapat bila seseorang pendapatannya (atau ada juga yang pendapatan dikurangi kebutuhan pokoknya) sudah mencapai nisab dalam setahun. Maka dia wajib berzakat walau “pendapatnya” itu belum haul. Umumnya “pendapat” mereka salah satu contoh dasarnya adalah membandingkan profesi petani dan profesi2 seperti dokter/pengacara/karyawan. Seorang petani, wajib mengeluarkan zakat bila hasil panen-nya mencapai nisab, tanpa adanya haul. Sedangkan seorang dokter/pengacara/karyawan yang umumnya memiliki pendapatan yang lebih besar daripada petani masa tidak mengeluarkan zakat padahal secara nisab-nya sudah terpenuhi. Salah satu ulama yang berpandangan terhadap hal ini adalah Yusuf Qardawi.

Yang penulis tangkap (CMIIAW) dari perbedaan pandangan antara para Ulama Klasik dan Kontemporer ini adalah pada letak haul. Ulama klasik berpendapat zakat profesi tetaplah tidak ada yang ada adalah zakat ttg kepemilikan emas dan perak. Jadi bila misal seorang dokter spesialis di rumah sakit ternama Jakarta, banyak pasiennya, dan penghasilannya besar; bila dia memiliki pengeluaran kebutuhan hidup yang besar juga (standar kebutuhan hidup orang itu berbeda ada yang cuman sandang-pangan-papan; ada juga yang iphone dan wisata ke bali merupakan kebutuhan hidup). Sehingga sisa pengeluaran diakhir bulannya hanya sedikit yang bila mana dikumpulkan maka tidak mencapai nisab dan haul, maka dia tidak wajib mengeluarkan zakat. Karena pada dasarnya tidak ada yang namanya zakat profesi (jaman dulu pun ada profesi seperti pandai besi, tetap saja tidak dicontohkan zakat profesi).

Sedangkan ulama kontemporer, terhadap contoh dokter spesialis di atas, si dokter sudah wajib mengeluarkan zakat. Tanpa menunggu haul. (gak adil dong, kan petani susah payah panen, bila hasil panen mencapai nisab, maka petani tersebut langsung wajib zakat tanpa menunggu haul).

Pada awalnya penulis menjalankan konsep zakat para ulama kontemporer. Tetapi seiring terlibat dalam sebuah seminar, yang dimana pengisinya adalah dari pandangan ulama klasik. Penulis menjadi lebih condong (setuju) terhadap pandangan para ulama klasik. Hal ini di dasarkan oleh beberapa hal.

Pertama, zaman rasulullah sudah ada berbagai macam profesi (semacam pandai besi). Tetapi zaman dulu si pandai besi tidak wajib mengeluarkan Zakat profesi. Pandai besi pun masih ada jaman sekarang, bermacam2 dari mulai tukang las pagar sampai engineer metalurgi diperusahan besi-baja ternama (Krakatau steel dll). Sehingga pandai besi zaman sekarang pun tidak wajib mengeluarkan zakat profesi karena tidak ada contohnya.

Kedua, ulama kontemporer “menyamakan” pajak penghasilan dengan zakat profesi.

Ketiga, penulis pernah merasakan mendapatkan penghasilan besar (dibanding rata2 orang indonesia) ketika mendapat beasiswa Erasmus Mundus. Tetapi juga pengeluarannya besar dikarena biaya akomodasi, transportasi (tiket pesawat dll), beasiswa utk satu orang tapi harus membiayai juga istri dan lain sebagainya. Penghasilan besar pun ternyata sisanya mepet.

Keempat, penulis merasa bahwa “esensi” dari zakat emas dan perak adalah “menggerakan ekonomi”. Dimana seseorang bila menyimpan harta yang mencapai nisab dan dibiarkan “mengendap” selama setahun (haul). Maka dia akan dikenakan “denda”. Dimana “denda” ini mendorong orang-orang untuk membelanjakan harta, dimana harta2 yang dibelanjakan akan menghasilkan lapangan pekerjaan bagi orang2 lain. Sehingga kemakmuran akan terdistribusi melalui belanja (jual-beli). Dalam jual-beli, seseorang memiliki kedudukan sama dalam martabat social.

Kelima, Jual beli itu bisa berupa barang dan jasa. Dan "profesi" pada prinsipnya merupakan jual-beli jasa. Jual beli barang bisa ke perorangan (ke warung) atau ke badan usaha (supermarket). Begitu pula dengan jual beli jasa, bisa ke perorangan (semisal satpam, dokter praktek pribadi) atau ke badan hukum (perusahaan keamanan, rumah sakit). Dan "profesi" merupakan jual-beli jasa perorangan.

Berbeda dengan ulama kontemporer dengan zakat profesinya, menurut penulis dengan zakat profesi maka kemakmuran akan didistribusikan antara pihak si Wajib Zakat dan si Penerima Zakat. Penulis yakin bahwa seseorang akan lebih merasa terhomat apabila pendapatannya/kemakmurannya didapatkan melalui hasil kerja ketimbang meminta-minta. Sehingga “esensi” atau “imbas” dari definisi Zakat maal versi ulama klasik adalah masyarakat didorong utk sama2 berpartisipasi menggerakan ekonomi (serta lebih tahan terhadap resesi).

Selain melalui Zakat dan Jual-beli, “kemakmuran” dapat pula berpindah melalui infak/shadaqah

Poin pertama, keempat dan kelima adalah alasan utama mengapa penulis merasa bahwa pendapat/pandangan para ulama klasik lebih sesuai. Tulisan ini dibuat sebagai sharing pandangan penulis terhadap apa yang penulis pahami (tapi belum tentu apa yang dipahami adalah sama dengan apa yang dijalankan). Bilamana ada pembaca yang dapat memberikan pandangan/pendapat lainnya, penulis akan sangat menghargai pandangan tersebut. Sehingga penulis dapat lebih komprehensif melihat masalah zakat ini dari berbagai sudut pandang. Karena sesungguhnya penulis pun masih belajar dan banyak kekurangan.

Dan semoga perbedaan pandangan dikalangan para ulama tentang ketentuan zakat maal (Zakat profesi ini), tidak membuat perpecahan diantara umat Islam.

Penulis mengadakan semcam “Quiz” sebagai bahan diskusi yang diamana diskusi ini nantinya dapat utk menyamakan persepsi ttg zakat mal dan esensi ekonomi dalam islam. (Hint: think out of the box, Quiz tidak disarankan bagi yang sedang lieur/pusing).

Quiz 1
Misal seorang pengusaha rental mobil (kalau jaman dulu pengusaha delman). Memiliki pendapatan (sales) 100 juta rupiah setahun. Pengeluaran utk operasional mobil (bensin, ganti oil, cuci mobil, biaya garasi, service rutin, upgrade dll) selama setahun adalah 98 juta rupiah. Keuntungan 2 juta rupiah ini digunakan untuk keperluan rumah tangga-nya. Sehingga sisa harta selama setahun adalah 0 rupiah. Berapakah si pengusaha mobil harus bayar zakat? Mengapa?
A. 100 juta rupiah x 2,5%
B. 2 juta rupiah x 2,5%
C. 0 juta rupiah


Quiz 2
Misal seorang engineer metalurgi (pandai besi) dia merentalkan “tubuh” (ilmu sarjana-nya, ngetik computer, meeting; kalau jaman dulu kan pandai besi itu ngetok2 besi panas pakai palu) ke sebuah perusahaan (sebagai karyawan). Pendapatan setahun (gaji) adalah 100 juta rupiah. Pengeluaran utk “operasional” si “tubuh” selama setahun adalah 98 juta (bensin=makanan, garasi = cicilan KPR rumah, service rutin = hiburan dll). Ingat kebutuhan manusia sebagai makhluk hidup itu ada primer sekunder dan tersier. Contoh kebutuhan primer makhluk hidup (coba cek di pelajaran biologi SMP, dulu saya ingetnya diajarinnya di SMP) antara lain kebutuhan makan, minum, bernafas, merasa aman, melangsungkan keturunan dll. Sehingga istri dan anak merupakan kebutuhan primer alami manusia sebagai makhluk. Sehingga sisa hartanya selama setahun adalah 2 juta rupiah (per bulan 167ribu rupiah). Berapakah si andai besi harus bayar zakat? Mengapa?
A. 100 juta rupiah x 2,5%
B. 2 juta rupiah x 2,5%
C. 0 juta rupiah



Quiz 3
Seseorang dapat durian “runtuh”. Misal tiba2 dapet bonus besar dari perusahaan, atau nolong kakek2 nyebrang jalan ternyata kakek tsb seorang yang kaya raya dan ngasih harta (atas imbalan menyebrangkan jalan) sangat banyak pada si Fulan atau yang lainnya. Si Fulan2 ini kebetulan mau nyimpen “harta” tersebut selama 3 tahun. Dimana setelah tiga tahun akan seluruh harta tersebut akan dijual dan digunakan untuk membiayai anaknya yang mau kuliah Arsitek di London.

Fulan A. Mendapat berbagai mobil mewah semacam Mercedes, lamborgini, perari, prosche, apanza dan esemka. Karena fulan A tidak bisa nyetir mobil, mobil2 tersebut tersimpan 3 tahun dalam garasi.

Fulan B. Mendapat rumah mewah 500 m2 dan tanah 20 hektar (Sertifikat Hak Milik, IMB dll) dikawasan sudirman Jakarta. Karena si Fulan kerja di bandung rumah tersebut dibiarkan (gak dikontrakan), paling ditungguin ama satpam.

Fulan C. Mendapatkan apartemen mewah (Hak Guna Bangunan, ) seluas 400 m2 dikawasan kuningan Jakarta. Karena si Fulan kerja di semarang, apartemen tersebut dibiarkan (gak dikontrakan), paling ditungguin ama cleaning service

Fulan D. Mendapatkan salah satu lukisan paling terkenal di dunia, lukisan monalisa karya Leonardo davinci. Lukisan tersebut dipajang di rumahnya selama tiga tahun untuk hiasan rumah pribadi.



Fulan E. Mendapatkan banyak “lukisan kecil” pada kertas khusus yang bergambar pahlawan2 indonesia. “Lukisan” tersebut dicap dan tanda tangain secara resmi oleh gubenur bank Indonesia, memiliki nomor seri dll. Selain itu, lukisan2 kecil tersebut memiliki nominal angka2 yang bila dijumlahkan mencapai 1 juta (baca uang satu juta rupiah). Uang tersebut ditaruh di brangkas rumahnya.



Fulan F. Mendapatkan banyak “lukisan kecil” pada kertas khusus yang bergambar pahlawan2 indonesia. “Lukisan” tersebut dicap dan tanda tangain secara resmi oleh gubenur bank Indonesia, memiliki nomor seri dll. Selain itu, lukisan2 kecil tersebut memiliki nominal angka2 yang bila dijumlahkan mencapai 1 triliyun (baca uang satu triliun rupiah). Uang tersebut ditaruh di brangkas rumahnya.

Fulan G. Mendapatkan scanner dan printer super duper canggih. Karena kebetulan si fulan ini seorang graphic desainer dan pernah kerja di Bank Indonesia. Akhirnya perlataan tersebut digunakan untuk mencetak 1 triliyun rupiah. Hasil cetakannya sama persis dengan apa yang dicetak oleh bank Indonesia.

Fulan H. Mendapatkan buku tabungan bank BCA isi saldonya satu triliun rupiah.

Fulan I. Mendapatkan deposito/reksadana/asuransi investasi isi saldonya satu triliun rupiah. Tetapi utk investasi jangka panjang selama 30 tahun. Tetapi kalau dicairkan dalam tiga tahun maka hanya bernilai satu juta rupiah.

Fulan J. Mendapatkan emas murni 10 kilogram dan perak murni 1 ton (atau minimal 99% murni). Disimpan di brangkas rumah.

Fulan2 tersebut menyimpan harta-harta yang didapatkan tersebut. Dan setelah satu tahun (sudah haul), siapakah saja yang wajib mengeluarkan zakat? Mengapa?

Tuesday, April 16, 2013

Tambang Emas Liar di Solok - Negara Gawat...!!!!

serius mode: on

Saya baru "ngeh" tadi malam setelah nonton ILC tadi malam di TVone. Ternyata kekayaan emas yang baru2 ini ditemukan di Solok sumatra barat, sedang di curi besar-besaran oleh "organized crime". Bupati solok mengatakan bahwa terjadi Ilegal mining menggunakan alat2 keruk besar (excavator, dump truk, kapal tongkang dll jumlahnya sudah ratusan bahkan ribuan), yang terindikasi dibekingi oleh oknum aparat sendiri. Berdasar survei dan perkiraan si bupati, Organized crime ilegal mining ini memiliki Potensi keurgian triliunan rupiah setiap harinya. Dan telah berlangsung sekitar dua tahun sehingga total kerugian sudah mencapai puluhan bahkan mungkin ratusan triliun rupiah....!!!!!!!!!!! (tak ada satupun yg masuk ke kas Negara). Belum lagi potensi kerugian negara karena perusakan hutan dan pencemaran lingkungan.

Saya harap rekan2 semua aware terhadap isu ini. Karena saya search isu ini di google belum masuk media online mainstream. Serta TV nasional pun belum memberitakan hal ini dengan serius. Media2 kita lebih seneng memberitakan isu2 gak penting kayak Eyang subur, SBY twitteran dll. Padahal ada isu sangat besar dan gawat yang melanda negeri ini.

Semoga pemerintah bisa tanggap terhadap isu ini. Kalau perlu ,langsung terjunkan Kopasus utk operasi dan patrol khusus membrantas Premanisme Orginzed Crime Ilegal Mining ini. Level polsek, polres dan satpol PP sudah gak bisa nangani. Karena bukan tak mungkin bahwa illegal mining ini dibeckingi oleh oknum2 bersenjata tajam dan senjata api. Ini sudah levelnya kopasus, langsung dor brondong ditempat, langsung semua kabur gak ada yang berani nambang liar lagi.

Selain dari aparat penengak hukum dan keamanan. Segera kementrian ESDM, kementrian lingkungan hidup langsung terjun ke lokasi. Ilegal mining ini sudah menimbulkan banyak kerusakan hutan serta pencemaran raksa utk ekstraksi emas dimana-mana. Serta nantinya agar mining ini dikelola oleh BUMN semacam Antam. Agar keuntungan bisa lebih maksimal utk masyarakat Indonesia.

Kasus ini membuktikan bahwa bila kekayaan sumber daya alam tidak dijaga dan dikelola dengan baik, masyarakat sekitar tidak akan merasakan berkahnya. Karena saat ini Pendapatan Asli daerah solok pun masih sedikit. Masyarakat malah hanya mendapat banyak porsi kerugian berupa pencemaran lingkungan.

Segera bergerak bersama dan kuasasi kembali kekayaan alam di Solok dari illegal mining. Stop kebiasaan pemberitaan yang terlalu “over” kepada hal2 sepele seperti eyang subur dan sby twitteran.

Thursday, April 11, 2013

Mengenal Geothermal

Setelah dulu Indonesia menikmati kejayaan pemenuhan energy dari minyak dan kini oleh gas alam. Ada baiknya kita pikirkan sumber energy selanjutnya. Selain potensi batu bara, menurut penulis sumber geothermal adalah sumber energy yang selanjutnya siap untuk di panen.

Geothermal berasal dari dua kata yakni geo dan thermal. Yang secara sederhana artinya geo = bumi dan thermal = panas (Panas Bumi). Energi panas bumi tersebut nantinya kita konversi ke energy listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).


Menilik pelajaran IPA, suhu dalam inti bumi panas dan secara gradual mendingin ketika mendekati kulit terluarnya. Panas dalam inti bumi ini dapat menyebabkan bebatuan “meleleh” dan biasa kita sebut dengan magma.

Karena panas bumi tersebut berada di kedalaman bumi, kita harus melakukan pengeboran ke dalam bumi. Agar pengeboran tersebut tidak terlalu dalam (bila terlalu dalam menjadi mahal), kita lakukan pengeboran tersebut di daerah2 yang panas buminya tidak terlalu dalam.


Biasanya daerah tersebut berada dikawasan “ring of fire”, dicirikan dengan banyaknya gunung berapi geyser dll.


Indonesia sendiri memiliki potensi energy panas bumi yang sangat besar. Konon mencapai 40% potensi panas bumi yang ada di dunia.


Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)Secara sederhana, cara kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi adalah: Energi panas bumi dialirkan dalam bentuk uap (steam) untuk menggerakan steam turbin yang nantinya menghasilkan listrik. Setelah menggerakan turbin, uap tersebut terkondensasi dan kemudian dimasukan (diinjeksi) kembali ke dalam perut bumi melalui sumur injeksi brine.


Secara lokasi, PLTP ini umumnya dibagi menjadi 3 bagian yakni: (1) area sumber sumur uap, (2) area pembangkit listrik, (3) area sumur injeksi brine. Diantara ketiga lokasi tersebut dihubungkan dengan pemipaan panjang (pipeline). Karena umumnya terletak di pegunungan, lokasi sumur uap tersebut berada di daerah yang lebih tinggi. Sehingga uap akan dialirkan ke lokasi pembangkit dengan memanfaatkan gravitasi.  Kemudian setelah uap tersebut terkondenasi menjadi air (biasanya disebut brine), brine tersbut dialirkan ke sumur reinjeksi brine letaknya lebih rendah dari area pembangkit. Hal ini sama agar dapat memanfaatkan gravitasi utk mengalirkan brine sebelum di injeksi kedalam bumi kembali.


Penulis akan menulis lebih mendalam (tapi sederhana), tentang beberapa komponen penting dalam mendesain PLTP. Umumnya secara desain, geothermal ini memliki beberapa persaman dengan CPP di oil and gas.

Pertama adalah “sumur uap”.  Biasaya beberapa sumur uap tersebut dikumpulkan dalam sebuah cluster. Dimana dalam satu PLTP, dapat memiliki beberapa cluster sumur uap. Sumur uap tersebut dihasilkan melalui pengeboran rig. Dimana setelah selesai dibor maka masing2 sumur tersebut akan dipasang choke valve.


Uap yang mengalir dalam coke valve tersebut kemudian akan dikumpulkan dalam manifold dan dialirkan ke separator. Diamana dalam separator/scrubber tersebut, steam, brine dan lumpur akan dipisahkan. Steam kemudian dialirkan ke area pembangkit melalui pipeline. Sedangkan brine dan lumpur dikumpulkan dalam pond yang akan kemudian biasanya akan dialirkan ke sumur reinjeksi.

Beberapa fitur lainnya yang biasanya ada di cluster sumur tersebut adalah Rock Muffler dan Silencer. Dikarenakan tekanan sumur yang berubah-ubah. Bila terjadi tekanan berlebih (over-pressure), maka tekanan belebih tersebut dialirkan ke rock muffler (Fungsinya mirip dengan flare & KO drum).  Rock muffler ini dapat terbuat dari steel maupun concrete. Sedangkan silencer digunakan untuk menurunkan nilai desible dari kebisingan yang dihasilkan.

Steam/uap yang dialirkan dari area cluster sumur uap ke area pembangkit dilakukan melalui pipeline yang panjangnya lebih dari ratusan meter mengikuti kontur tanahnya. Pipeline tersebut dibungkus oleh insulasi agar energy panasnya tidak mengalir keluar. Insulasi yang digunakan umumnya adalah rockwool. Dikarenakan pipeline tersebut di-insulasi, maka pipeline tersebut diletakan diatas tanah above ground.


Walau demikian, dalam perjalanannya, beberapa uap air terebut dapat terkondensasi menjadi brine. Sehingga agar tetap menjaga kering, brine tersebut di buang melalui drainpot.  Drainpot ini adalah “pengumpul” yang berada dibawah pipeline dan dilengkapi dengan steam trap. Steam trap yang digunakan dalam geothermal umunya adalah jenis thermodynamic.

Setelah pipeline dari suatu cluster sumur uap tersebut sampai pada area pembangkit. Mereka dimasukan kedalam manifold yang mengabungkan dengan uap dari beberapa cluster lainnya. Dimanifold tersebut, uap kembali di”keringkan” sebelum menggerakan steam turbine. Turbine ini kemudian menggerakan “motor”. Dimana motor tersebut akan menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan ke trafo dan SUTET utk didistribusikan ke listrik konsumen.


Proses PLTP seperti ini disebut dengan “Dry Steam System”. Merupakan proses yang paling murah serta paling banyak digunakan.


Selain proses “Dry Steam System”, terdapat juga proses “Flash Steam System” dimana pressure di”mainkan”. Proses ini cocok untuk sumur2 yang sulit menghasilkan dry steam.


Sedangkan proses Binary Cycle, adalah generasi terbaru dimana panas di uap air di transfer (melalui heat exchanger) untuk “menguapkan” fluida lain yang memliki titik didih yang lebih rendah dari pada air (seperti ammonia, buthane, pentane dll). Fluida inilah yang nantinya menggerakan turbin pembangkin listrik


Brine (kondensasi) air yang dihasilkan dari serangkai proses diatas ditampung dalam sebuah pond dan kemudian nantinya dialirkan (melalui pipeline) masuk ke dalam bumi kembali ke sumur reinjeksi. Hal ini dlakukan untuk menjaga ketersediaan uap air di disekitar sumur2 uap. Dan juga umumnya brine ini mengandung beberapa kandungan berbahaya bagi lingkungan seperti sulfur, arsenic, mercury dll  sehingga tidak bisa langsung dibuang ke lingkungan sekitar. Berbeda dengan steam pipeline, brine pipeline ini dapat dikubur di dalam tanah.


Safety & Enviroment
Lokasi geothermal yang berada di pegunungan dan hutan. Umumnya membuat sebagian orang menjadi merasa sedang ber”wisata”. Tetapi beberapa walau demikian safety haruslah utama dalam menjaga kesalamatan anda di PLTP. Beberapa safety utama yang harus anda perhatikan diantaranya.

Bahaya pertama yang harus waspadai adalah panas. Jangan langsung menyentuh peralatan yang ada disana dengan tangan. Dikhawatirkan peralatan tersebut dalam kondisi panas (namanya juga panas bumi). Gunakan peralatan sarung tangan dsb ketika hendak menyentuh sesuatu.

Kedua adalah bahaya dari gas beracun seperti H2S, CO2 dan lain sebagainya. Seperti halnya kita mewaspadi bahaya gas beracun dari gunung berapi. Sedikan detector gas, yang dapat memberitahukan kondisi keamanan udara disekitar lokasi geothermal. Jangan sampai anda "klepek-klepek" karena kehabisan oksigen.

Ketiga adalah bahaya dari kandungan zat2 beracun dari brine seperti sulphur, arsenic, radon, boron, mercury dll. Tidak boleh dibuang langsung ke lingkungan.

Keempat, Patuhi segala peraturan keselamatan lainnya yang ada dilokasi PLTP. Seperti helmet, safety shoes dll.

Bisnis Geothermal
Beberapa perusahan di Indonesia yang sudah aktif di bidang geothermal antara lain: Chevron, Pertamina Geothermal, Geo Dipa dll. Dari model usaha ada yang mengelola dari sumur uap ke PLTP-nya oleh satu perusahaan. Ada pula perusahaan “A” mengelola sumur uap kemudian perusahaan “B” mengelola pembangkitnya. Kemudian listrik yang dihasilkan dari PLTP itu di jual ke PLN

Beberapa komponen terbesar dalam CAPEX geothermal adalah: (1) Drilling Sumur, (2) Steam Turbine, (3) Pipeline, (4) Pembebasan lahan, site preparation & akses jalan, (5) Peralatan lainnya seperti (trafo, separator/scrubber, muffler.

Tantangan
Dalam sebuah proyek geothermal beberapa resiko, tantangan dan hal2 lain-nya yang harus diperhatikan:

Pertama, Konon resiko dan dan yang terbesar adalah pada fase explorasi atau pengeboran sumur2 uap. Dikarenakan penulis bukan orang sub surface (drilling, geologi dll). Penulis juga belum tau kendala kesulitannya secara persis seperti apa.

Kedua, kendala biasanya adalah masalah AMDAL. Dimana umumnya letak2 potensi geothermal berada dalam kawasan konvservasi atau hutan lindung.

Ketiga, lokasi PLTP yang umumnya di hutan dan pegunungan memiliki tantangan tersendiri. Seperti harus membuka akses jalan baru. Hutan dan gunung yang lembab, sering hujan, sering berkabut membuat fase konstruksi akan terganggu (terutama utk pengerjaan pengelasan/welding).

Keempat. Lokasi PLTP yang tersebar dengan cluster sumurnya dan pipeline yang diatas tanah. Memiliki tantangan dalam hal pengamanan-nya. Sebagai contoh dimana plat2 insulasi yang terbuat dari aluminum cukup menggiurkan bagi sebagian orang untuk mencurinya.

Penutup
Penguasaan teknologi, penumbuhan iklim investasi serta perundangan/perijinan di sektor geothermal harus mulai di kita jadikan concern dari sekarang. Mengingat geothermal merupakan energy masa depan Indonesia.

Sumber
http://www.bbc.co.uk/schools/gcsebitesize/science/aqa/mains/generatingelectricityrev5.shtml
http://energyalmanac.ca.gov/renewables/geothermal/types.html
http://www.mpoweruk.com/geothermal_energy.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Ring_of_Fire
http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/07/kesiapan-indonesia-manfaatkan-potensi-geothermal-dipertanyakan
http://www.esdm.go.id/berita/panas-bumi/45-panasbumi/3281-potensi-geothermal-dunia-setara-40000-gw.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Geothermal_energy
http://www.curriculumsupport.education.nsw.gov.au/electricity/students/dictionary.htm
http://www.treehugger.com/renewable-energy/enhanced-geothermal-systems-research-awarded-431-million-by-us-department-of-energy.html
http://dchandra.geosyndicate.com/news/?cat=1
dan lain sebagainya

Wednesday, April 3, 2013

Energi Sebagai Penggerak Ekonomi

Bila membaca berita2 seputar dunia migas dan konstuksi di Indonesia. Nampak jelas bahwa saat ini sedang dan akan gencar2nya proyek skala besar yang mencapai investasi CAPEX milyaran dolar amerika. Dimulai dari proyek2 lepas pantai di lautan dalam (deepwater) seperti IDD, Jangkrik, Masela [1] [2]. Maupun proyek2 onshore seperti diantaranya pengembangan CPP dan LNG Plant di Donggi-Senoro-Matindok di Sulawesi Tengah [3] [4] [5] [6], Dan Tangguh train 3 Papua Barat [7].
Pengmbangan di sektor hulu migas membawa juga gairah investasi di sektor olahan-nyas yakni industri sektor Petrokimia dan Pupuk. Investasi CAPEX-nya pun juga besar diatas USD 500 juta. Proyek2 tersebut diantaranya Pusri IIB di Palembang [8], Pabrik amoniak PAU di Luwuk [9], Pabrik Petrokimia Ferrostaal di Papua Barat [10]
Belum lagi rencana2 proyek di sektor pembangkitan listrik utk memanfaatkan gas alam yang skala projetnya dapat mencapai puluhan dan ratusan juta dolar, diantaranya di Arun, Jateng dll [11] [12]
Selain proyek dan rencana proyek yang disebutkan diatas, tentunya masih banyak proyek2 lainnya (Proeyk di sektor mining, infrastruktur industry dll). Bila dibandingan sekitar 5 tahun kebelakang. Tentu jumlah dan skala proyek yang tersedia saat ini sangat jauh lebih besar dan banyak.
Banyaknya proyek tersebut mengakibatkan tingginya demand SDM untuk melaksanakan berbagai proyek tsb. Tentunya benefit instan yang dirasakan oleh orang2 yang bekerja di sektor jasa konstruksi EPC (Engineering, Procurement, Construction) bidang migas dan petrokimia adalah banyaknya tawaran peluang kerja disektor ini [13] [14]. Tak lupa sambil bernegosisasi utk memperbaiki “rate” masing2 (hehehehe... ). Tetapi penulis bermaksud membahas lebih dari (beyond) sekedar masalah interview dan negosisasi memanfaatkan situasi saat.

Efek Bola Salju Pertumbuhan Ekonomi
Bila melihat investasi besar2an yang masuk saat ini, sedikit banyaknya akan memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi. Ketika saat ini Indonesia sedang menikmati pertumbuhan ekonomi diatas 6% [34] [35]

Prediksi penulis bahwa dalam 5 tahun kedepan, angka pertumbuhan tersebut masih reliable utk dipertahankan (dengan beberapa catatan tentunya).
Nilai investasi milyaran dolar CAPEX proyek yang ada saat ini menurut penulis hanyalah awalan dari bola salju yang akan menggelinding membesarkan perekonomian nasional. Sektor perekonomian lainnya seperti jasa transportasi, logistik, manufaktur dan lainnya akan mendapatkan efek positif baik langsung dan tak langsung.
Contohnya di sektor transportasi, lapangan migas yang terletak di seantero Indonesia membutuhkan mobiliasi orang untuk mencapai daerah tersebut. Efek langsungnya Peluang dalam transportasi ini nampaknya sudah di tangkap oleh salah satu pengusaha nasional (Rusdi kirana) melalui Lion Air-nya [36]
Efek tak langsung pun juga terasa. Banyaknya middle class society menyebabkan, sekarang kesulitan untuk mencari Assisten Rumah Tangga (ART). Sehingga beberapa rekan saya pun mendatangkan jasa ART pun antar pulau menggunakan pesawat terbang.

Local Content
Kebijakan pemerintah dalam menggalakan TKDN / Local content [37] [15] patut mendapatkan apresiasi yang baik.
Untuk industri/manufaktur penunjuang utk barang2 konstruksi migas. Menurut pengamatan penulis beberapa sektor yang telah berprestasi dalam memenuhi kebutuhan local conent ini adalah Industri Semen. Ditandai dengan banyaknya investasi pembuatan pabrik2 semen baru [16] [17] utk memenuhi rasa lapar pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga rasa2nya tidak terdengar berita Indonesia mengimpor semen. Bahkan industry semen Indonesia sudah melancarkan sayapnya ke luar negri [18]. Penulis memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pencapaian swasembada semen ini.
Sektor lain seperti fabrikasi (tanki, vessel, pipe spool, modul, struktur dll) dan galangan yang tersebar di batam, cilegon, Surabaya, balikpapan dll. Rasanya telah menangkap peluang ini.
Catatan khusus penulis berikan pada sektor metal/logam. Walaupun sudah ada beberapa industri metal yang bergerak dalam sektor ini (terutama Krakatau Steel). Dari pengamatan penulis, sektor ini belum mampu menangkap peluang/opportunity yang ada. Padahal dalam sektor migas dan petrokimia, metal/logam (metal dalam bentuk plat, bar, tubular, casting, forging dll) adalah bahan penting. Sehingga kekurangan atau gap market ini banyak diambil dari produk2 buatan mulai Jepang, Korea, China dan India.
Sebagai contoh adalah pemenuhan kebutuhan produk logam/metal seperti seamless pipe/tubular, pipe fittings dan valve/katup. Untuk grade dasar seperti carbon steel (baja kabon). Sebagian besar masih impor. Kalaupun ada dari dalam negeri kadang secara price, delivery dan quality kurang kompetitif dibandingkan impor. Ironisnya disektor manufaktur otomotif, kemampuan manufaktur di Indonesia sudah sangat maju. Bahkan anak SMK pun kini sudah bisa bikin mobil [19].
Padahal mobil di Indonesia (minimal di Jakarta dan sekitarnya) sudah sangat jenuh a.k.a macet pisan euy. Alangkah baiknya sebagian dari sumber daya otomotif (baik itu sumber daya manusia, dana dll) ini beralih kepada memenuhi kebutuhan kebutuhan logam/metal di sektor migas dan petrokimia (SDM, dana, market dan kebijakan ada, tinggal apalagi?)
Untuk sektor penyedianan hi-tech dan high precision rotating/machinery dan instumentasi/control. Mungkin masih nanti, disebabkan memasuki sektor ini memerlukan R&D yang banyak serta market yang cukup niche, sehingga resiko investasi cukup tinggi bila dimasuki.


Lapangan kerja & Pengembangan SDM
Efek bola salju pertumbuhan ekonomi ini membawa impak positif pada peluang ketersediaan lapangan kerja baru. Seperti yang telah penulis sampaikan diatas, bahwasanya saat ini sedang tinggi2-nya demand SDM di sektor proyek migas. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri dari beberapa orang yang mulai beralih utk bekerja di sektor ini, mengingat peluang cukup lebar utk mendapatkan upah diatas rata2 UMR buruh.
Yang penulis amati saat ini di sektor SDM adalah adanya gap antara kualifikasi yang dibutuhkan oleh sektor proyek migas dengan kualifikasi lulusan yang tersedia. Permasalahan ini muncul karena mungkin kita telah salah mempredikisi kebutuhan Sumber daya manusia. Beberapa solusi yang penulis tawarkan antara lain.
Pertama, dimulai dari kordinasi antara kementrian terkait ESDM, Perindustrian dengan Pendidikan tentang proyek2 kedepan beserta gambaran kira2 kebutuhan sumber daya manusianya. Kemudian diinformasikan pada anak2 sma dalam pemilihan jurusan. Sehingga terjadi pemerataan kebutuhan tenaga kerja di semua sektor. Sehingga tidak terjadi booming di suatu jurusan yang mengakibatkan ketika sudah lulus malah lapangan kerjanya jenuh.
Kedua, komunikasi yang intens antara Universitas dengan alumni-nya. Sehingga realita kebutuhan tenaga kerja bisa selaras dengan kurikulum. Para alumni bisa memberikan masukan update kurikulum.
Ketiga, menumbuhkan semangat teknokrat/engineer. Dalam menjalankan proyek migas, semua aspek disiplin keilmuan dibutuhkan dalam menjalankan bisnis ini. Tetapi tetap, core value yang utama adalah engineering. Sehingga kebutuhan mencetak engineer di Indonesia adalah suatu hal yang tidak dapat ditawar. Dulu Indonesia rasanya memiliki “Habibie effect”, dimana beliau menjadi rolemodel generasi muda dalam mendalami bidang keinsinyuran. Tetapi penulis perlahan melihat bahwa kini hal tersebut mulai terkikis. Penulis beranggapan hal ini tercemin dalam tayangan yang ada televisi. Sekarang tayangan televisi ada acara sinetron, lawak, olahraga, kuliner/masak, talkshow hukum, talkshow ekonomi, politik. Tetapi masih minim acara yang menampilkan/membahas sains maupun engineering. Penulis mengusulkan agar bangsa ini memiliki stasiun TV seperti NatGeo[20] atau Discovery Channel [21] yang menampilkan porsi utk acara2 yang ttg sains dan engineering. Acara2 seperti “How its made” [22], “How do they do it” [23], “Modern Marvels” [24], dll dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap dunia engineering.
Keempat, banyaknya sektor ini menyerap lapangan kerja bila tidak diantispasi dapat berakibatkan kekurangan sektor SDM disektor lainnya, terutama sektor yang dianggap tidak “basah” (seperti pertanian dll). Sehingga pengembangan SDM kedepannya, penulis setuju dengan pernyataan SBY bahwa era buruh murah sudah usai [25] [26]. Sektor2 seperti garmen, agraria dll harus dimodernisasi dengan alat2 otomatis sehingga pekerja di sektor ini memiliki rasio upah vs produktifitas yang kompetitif juga. Bayangkan bila orang berlomba-lomba tidak menjadi petani karena upah yang didapatkan disana “kering”, padahal sektor pertanian merupakan pilar ketahanan pangan nasional.

Middle Class Society Booming
Tawaran THP yang diatas UMR membuat banyak orang yang berminat melanjutkan karir di bidang proyek migas. Efeknya adalah orang2 yang bekerja dibidang berhubungan dengan ini setidaknya masuk dalam middle class society di Indonesia. Menyikapi hal ini, ada beberapa hal yang patut diantisipasi.
Pertama, kemampuan financial kelas masyarakat ini setidaknya membuat para kreditur menjadikan pasar yang menggiurkan. Tetapi yang perlu diwaspadai adalah terjadinya Bubble yang diakibatkan approval kredit yang terlalu mudah. Karena dapet menuju ambruknya perekonomian akibat masyarakatnya terlalu konsumtif. Sebuah quote bagus dari Karl Mark, Das Kapital & Depresi Ekonomi " owners of capital will stimulate the working class to buy more and more of expensive goods, houses and technology, pushing them to take more and more expensive credits, until their debt becomes unbearable. The unpaid debt will lead to bankruptcy of banks, which will have to be nationalized and the state will have to take the road which will eventually lead to communism" Karl Marx Das Kapital 1867
Kedua, perubahan demografi kemampuan financial masyarakat sedikit banyaknya akan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat tersebut. Sebagai contoh mungkin adalah semakin tingginya demand kebutuhan daging sapi yang sedikit banyaknya disebabkan oleh makin banyaknya middle class society ini.

Keamanan & Pertahanan
Secara keamanan regional, Indonesia dikawasan yang cukup aman. Tidak berada di kawasan yang rawan konflik regional seperti di korea (nuklir), timur tengah (Israel & arab spring) dll. Hal ini sangat positif bagi pertumbuhan bangsa. Kendala terbesar saat ini adalah dari internal bangsa Indonesia itu sendiri.
Pertama adalah konflik sesame elemen bangsa Indonesia baik itu di masyarakat maupun aparat. Mulai isu pilkada, konflik solidaritas antara aparat Negara, tawuran pelajar, isu kesukuan, agrarian dan masih banyak lagi.
Kedua adalah serangan penyakit masyarakat seperti narkoba, miras illegal, perjudian dll. Penyakit masyarakat tersebut dapat merusak kualitas SDM manusia kedepannya.
Bila kedua permasalahan diatas tidak diatasi, yang merasakan kerugiannya adalah bangsa kita sendiri. Berkaca dari negara2 yang kaya akan sumber daya alam (migas, mineral, hutan dll) tetapi rawan konflik. Sumber daya alamnya pun akan terus disedot contohnya adalah Nigeria dan Iraq yang kaya akan migas. Tetapi karena Negara tersebut sedang konflik maka benefit untuk rakyatnya hanya sedikit. Sehingga konflik yang kita ciptakan karena egoisan diri kita hanya akan merugikan diri kita sendiri.

Sustainable Growth
Derasnya investasi saat ini, penulis anggap mirip dengan apa yang pernah dialami Negara ini. Mirip saat era Soeharto membuka keran investasi di Indonesia. Menyikapi hal ini seyoganya kesalahan terdahulu tidak kita ulangi lagi.
Mau tak mau saat ini kita harus mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi masih bertumpu pada kekayaan sumber daya alam yang kita miliki. Kita masih belum seperti jepang, korea, Taiwan, jerman, belanda, singapura dll dimana mereka minim sumber daya alam tetapi sumber daya manusia, kemampuan teknologi, industry dan perdagangannya mampu menjadi tumpuan pendapatan Negara. Celakanya kita umumnya bertumpu (terutama di sektor energy) pada sumber daya alam non renewable seperti minyak, gas dan batubara. Bila SDA non-renewable tersebut sudah habis, apa yang akan kita lakukan?
Penulis jadi ingat pengalaman perjalanan tahun lalu ke kota Lhokseumawe di Aceh [27] [28]. Pada 1970an kala ditemukan cadangan gas yang sangat besar, perekonomian di sana tumbuh besar. Ditandai dengan PT Arun sebagai kilang pengolahan gas. Gas tersebut digunakan sebagai ekspor dan sebagian lagi untuk menghidupi pabrik2 seperti 3 pabrik pupuk (Pupuk Iskandar muda 1 & 2, Aceh Asean Fertilizer), pabrik kertas Aceh dll. Bahkan PT Arun ini pada 1990 sempat menjadi pusat penghasil LNG terbesar di dunia [29]. Tetapi setelah 40 tahun dikuras, kini pasokan gas didaerah tersebut sudah hampir habis. Kilang dan industry disekitarnya sudah tidak berjalan full capacity, dan industry pupuknya dan industry lainnya hampir mati karena kekurangan pasokan gas. Sehingga kini pemerintah merencanakan untuk mengimpor gas dalam bentuk LNG utk keperluan industry di Lhokseumawe. Ironis memang bila mengingat bahwa dulunya adalah salah satu daerah penghasil LNG terbesar.
Maka untuk sustainable growth ini, kita memerlukan roadmap rencana energy dan perekonomian utk mengantisipasi habisnya cadangan minyak ke depan. Sebagai contoh, negara2 kaya minyak dan gas seperti Uni Emirates, Bahrain dan Qatar telah mulai mempersiapkan dirinya dari sekarang mengantisipasi habisnya cadangan migas mereka. Dengan profit migas yang sangat banyak, mereka tidak lupa menginvestasikan pada: Pertama, Low Cost Airline [30] [31] mengingat lokasi negara2 tersebut strategis diantara tiga benua (Eropa, Afrika dan Asia). Kedua, investasi dilakukan pada sektor pariwisata.
Ketika Indonesia dulunya menikmati ekspor minyak yang banyak pada tahun 1980an s/d 1990an. Kini sedang beralih pada gencar2nya produksi gas alam yang melimpah. Dan predikisi penulis, mungkin hanya 30 tahunan saja kita bisa menikmati limpahan gas alam tersebut. Sehingga dari sekarang kita harus mempersiapkan transisi yang mulus tentang sumber energy primer selanjutnya. Jangan sampai beberapa kesalahan yang pernah dialami bangsa ini ketika hendak transisi terulang. Pertama, ketika hendak pindah ke bahan bakar nabati (pohon jarak). Kedua ketika saat ini kita telat utk transisi sumber energy primer dari minyak ke gas, dimana infrastruktur penerimaan gas untuk kebutuhan dalam negri masih banyak yang belum siap.
Menurut prediksi penulis, sumber energy yang ready utk dipanen setelah gas alam. Adalah batu bara dan geothermal. Kendala batubara kita yang rendah kalor dapat kita olah dengan beberapa cara utk menaikan kadar kalorinya antara lain dengan Coal Liquefaction/Slurry [32] maupun Coal Gasification [33]. Kemudian setelah era batu bara dan geothermal, hasil pengamatan penulis transisienergy masa depan selanjutnya di Indonesia adalah nuklir, tenaga surya sel photovoltaic, dan biomassa. Menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur menuju transisi tersebut perlu perencanaan matang dan kerja sama dari semua pihak. Sektor energy ini kita jaga agar kita tidak berhenti utk membangun, karena menurut penulis: Energi merupakan penggerak Ekonomi.

Referensi

[1] http://www.esdm.go.id/news-archives/oil-and-gas/47-oilandgas/5479-three-deepwater-projects-are-the-future-gas-production-reliability.html


[2] http://www.2b1stconsulting.com/eni-and-gdf-suez-call-for-tender-on-2-billion-jangkrik/

[3] http://www.tender-indonesia.com/tender_home/innerNews2.php?id=16466&cat=CT0008

[4] http://www.pertamina-ep.com/id/warta-pep/2012/11/22/pertamina-ep-kerjasama-dengan-rekayasa-industri-bangun-fasilitas-produksi-gas-d

[5] http://www.migas.esdm.go.id/tracking/berita-kemigasan/detil/271900/0/Gas-Matindok-Mengalir-ke-Donggi-Senoro--Pertamina-EP-Bakal-Menganggarkan-US$300-Juta-Tahun-Ini-Untuk-Kegiatan-Eksplorasi

[6] http://www.jgc.co.jp/en/01newsinfo/2011/release/20110125.html

[7] http://www.ogj.com/articles/2012/11/indonesia-approves-train-3-expansion-of-tangguh-lng.html

[8] http://pupuk-indonesia.com/en/latest-news/321-rekind-toyo-consortium-wins-tender-for-pusri-iib-urea-plant

[9] http://www.tender-indonesia.com/tender_home/innerNews2.php?id=18402&cat=CT0011

[10] http://www.tempo.co/read/news/2013/03/05/090465255/Ferrostaal-Bangun-Pabrik-Petrokimia-di-Papua-Barat

[11] http://pmeindonesia.com/berita-migas/896-pemerintah-alokasikan-lng-untuk-fsru-jateng-jakarta-banten-dan-aceh

[12] http://www.pertamina.com/NewsPageDetail.aspx?act=NewsUpdate.aspx&id=830

[13] http://www.petromindo.com/job.php

[14] http://finance.groups.yahoo.com/group/lowongan_migas/

[15] http://finance.detik.com/read/2012/12/26/095711/2126633/1034/tkdn-hulu-migas-2012-capai-us--85-miliar

[16] http://www.kemenperin.go.id/artikel/4535/Tiga-Pabrik-Semen-Baru-Dibangun-Tahun-Ini

[17] http://www.antaranews.com/berita/364624/thyssenkrupp-jerman-akan-bangun-pabrik-semen-holcim-di-indonesia

[18] http://www.tempo.co/read/news/2013/03/25/092469237/PT-Semen-Indonesia-Ekspansi-ke-Myanmar

[19] http://www.mobilsmk.com/

[20] http://www.nationalgeographic.com/

[21] http://dsc.discovery.com/

[22] http://en.wikipedia.org/wiki/How_It's_Made

[23] http://en.wikipedia.org/wiki/How_Do_They_Do_It%3F

[24] http://en.wikipedia.org/wiki/Modern_Marvels

[25] http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2012/11/30/8553.html

[26] http://nasional.kontan.co.id/news/sby-pertegas-era-buruh-murah-sudah-usai

[27] http://wekoabhinimpuno.blogspot.com/2012/07/jalan2-lhokseumawe.html

[28] http://id.wikipedia.org/wiki/Lhokseumawe

[29] http://id.wikipedia.org/wiki/Arun_Natural_Gas_Liquefaction

[30] http://www.etihadairways.com

[31] http://www.emirates.com/

[32] http://www.jgc.co.jp/en/04tech/04coal/jcf.html

[33] http://en.wikipedia.org/wiki/Coal_gasification

[34] http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/13/01/04/mg3u5b-menkeu-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-kedua-terbaik-setelah-cina

[35] http://www.tempo.co/read/news/2013/02/05/090459261/Pertumbuhan-Ekonomi-2012-Meleset-Dari-Target

[36] http://www.airbus.com/presscentre/pressreleases/press-release-detail/detail/lion-air-orders-234-a320-family-aircraft/

[37] http://archive.bisnis.com/articles/industri-hulu-migas-bumn-didorong-tingkatkan-nilai-kandungan-lokal#