Wednesday, November 7, 2012

Gado-Gado Roadmap Energi Otomotif

Gado-gado merupakan salah satu makanan tradisional bangsa indonesia. Berbagai sayuran dicampur satu, diaduk dengan bumbu kacang yang nan sedap. Ngebuat ngiler perut kita.

Yang jadi pusing adalah ketika kebijakan pemerintah dicampur ala gado2. Salah satunya adalah Roadmap Energi otomotif.

Membaca berbagai pemberitaan ttg dunia otomotif, setidaknya ada beberapa arah kebijakan yang hendak diambil.
1. Konversi BBM ke Gas
2. Konversi BBM ke Listrik
3. Low cost green car
4. Konvensional tetapi produk Nasional (Esemka)

Bahkan masing2 telah ada yang direncanakan anggarannya. Intinya sih jangan sampai ada uang yang terbuang sia2. Semisal bikin SPBG, ternyata belum Break Even Point sudah beralih ke Listrik. Atau beli LCGC tetapi beberapa bulan kemudian harus konversi ke BBG dgn beli konverter kit dan tabung CNG. Apa mau dikata mungkin negeri ini seneng dengan yang heboh2an. Lagi heboh A, semua ikut kebijakan A. Kemudian tiba2 ada si B, beralih ke B.

Yang paling penting ketika hendak mengambil kebijakan telah di lakukan Feasibility Study yang matang. Kemduian dilakukan Pendidikan ke Pejabat dan Masayarakat ttg teknologi terbaru itu, plus dan minusnya.

Semisal contohnya bila hendak menggunakan opsi BBG. Jangan sampai ada kejadian2 ledakan seperti saat introduce tabung LPG. Masayarakat dan pemerintah harus dipahami betul gas yang digunakan utk BBG apa (CNG atau LPG), jenis2 tabung, jenis2 konverter, safetynya bagaimana dll.

Saya pernah datang ke seminar CNG yang diselenggarakan oleh organisasi international NGV (Natural Gas Vehicel) Transportation. Disana dihadirkan para pakar2 yang sudah experience dalam menyelenggarakan konversi ke BBG dari Qatar, Malayssia, Thailand, Singapore. Banyak lesson learn yang dapat diambil. Contoh2 cerita yang unik dari pengalaaman mereka. Seperti kadang ada masyarakat yang "kreatif" menggunakan tabung aceteline dan LPG utk tabung gas CNG. Tentunya duer meledug. Dan berbagai cerita lainnya. Intinya persiapan edukasi ke masyarakat harus maksimal.Kemudian dishare juga mengenai cara pemberian insentif dll agar masyarakat mau beralih. Sayangnya pada seminar tersebut nampaknya minim perhatian dari para pejabat dan otoritas terkait.

Ya kita lihat dan kita tunggu. Kemana republik ini akan mengarah. Moga2 tidak mengarah ke proyek2 yang in-efisien. Sayang banget klo duit hasil pajak dan hasil mengeruk kekayaan bumi ini terbuang sia2.




1 comment:

Please feel free to leave your comment. Do not include violence, adult content, spam message, racism in the comment. The comments will be soon published after the author of this blog makes the moderation. Thank you in advance for visiting this blog. Best regards from the author.