Tuesday, February 26, 2008

Shalat Istikharah

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Jabir ra, ia menuturkan: Rasulullah mengajarkan kepada kami istikharah dalam segala perkara sebagaimana beliau mengajarkan surat al-Qur-an:

`Jika salah seorang dari kalian menghendaki suatu perkara, maka shalatlah dua rakaat dari selain shalat fardhu, kemudian hendaklah mengucapkan: 'Ya Allah, aku beristikharah kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku meminta penilaian-Mu dengan kemampuan-Mu dan aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu yang sangat besar. Sesungguhnya Engkau kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui perkara ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku-, maka putuskanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku di dalamnya. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa itu buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku maupun kesudahan urusanku -atau urusan dunia dan akhiratku- maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya serta putuskanlah yang terbaik untukku di mana pun berada, kemudian ridhailah aku dengannya.' Dan hendaklah is menyebutkan hajatnya.'' (HR. Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya)


Di sini ada beberapa perkara penting yang wajib kita perhatikan:

1. Istikharah dilakukan setelah menunaikan shalat dua rakaat selain shalat shalat fardhu (Tahiyyatul Masjid, atau setelah shalat sunnah lainnya).

2. Do'a istikharah dilakukan setelah shalat, bukan di dalam shalat.

3. Boleh mengulang-ulang istikharah, karena ini adalah do'a, dan mengulang-ulang do'a adalah dianjurkan.

4. Sebagian orang menyangka bahwa setelah melakukan shalat Istikharah, seseorang akan melihat sesuatu dalam mimpinya. Hal ini tidak berdasar. Pada prinsipnya, jika seseorang telah melakukan shalat Istikharah, hatinya menjadi tenang dengan pilihannya, maka tujuan istikharah telah terpenuhi. Bukan seperti yang diduga sebagian orang bahwa jika seseorang tidak bermimpi, maka dia harus mengulangi istikharahnya lagi hingga ia bermimpi.

5. Shalat Istikharah hukumnya dianjurkan, bukan wajib.

6. Ibnu `Umar radhiallahu’anhuma berkata: Seseorang benar-benar beristikharah kepada Allah Ta'ala, lalu Dia menjadikan baik pilihannya itu, kemudian dia kesal kepada Rabb-nya, Namun tidak berapa lama kemudian dia melihat bahwa kesudahan yang baik telah dipilihkan untuknya (oleh Allah).'


diambil dari
http://www.perpustakaan-islam.com/

Quran Verse of The Day



Nanny 911


Di tengah kurangnya acara televisi yang mendidik di Indonesia, acara Nanny 911 ibarat oasis di padang pasir. Reality show yang unik ini banyak memberikan pengetahuan tentang parenting skill kepada pemirsanya.

Nanny 911 merupakan acara reality show yang diadopsi dari program tv di Inggris. Dalam program ini, para Nanny yang berasal dari Inggris mendapat tugas membantu keluarga-keluarga di Amerika yang memiliki masalah dengan cara mendidik anak (parenting skill). Terdapat tiga nanny (pengasuh) yang berpengalaman yakni nanny Deborah Carroll, nanny Stella Reid, dan nanny Yvonne Finnerty. Para nanny tersebut mendapat tugas yang dikordinir oleh nanny Lillian Sperling yang merupakan nanny bagi keluarga kerajaan Inggris.

Nampak dalam acara ini bahwa cinta orang tua terhadap anaknya tidaklah cukup untuk membesarkan anak dengan baik. Diperlukan parenting skill yang baik agar anak-anak belajar tentang etika, disiplin, komunikasi dan norma-norma.

Ada baiknya menurut penulis bahwa acara ini berani untuk ditayangkan pada prime time. Terlebih bila selama ini pada prime time, kita lebih banyak disuguhkan oleh acara-acara yang “ga jelas”.

Total episode Nanny 911 berjumlah 41 episode yang terbagi dalam 3 season. Di Indonesia, anda dapat meyaksikannya di MetroTV pada hari Sabtu & Minggu pada pukul 16.05 s/d 17.00.

Produce: Granada America
Personal Rating: 7.9

Sunday, February 3, 2008

Hanamichi Sakuragi


Inilah salah satu childhood film yang cukup berkesan. Anime ini menceritakan tentang perjalanan klub basket Shohoku, sebuah klub basket SMU di Jepang. Yang menjadi tokoh utama nampaknya adalah seseorang siswa SMA bernama Hanamichi Sakuragi menjadi seorang pemain basket di sekolahnya. Sikap “pantang menyerah” dan tindakan-tindakan kocaknya memberi kesan tersendiri pada anime ini. Tokoh ini memang memberi inspirasi untuk selalu pantang menyerah, tegar dan kerja keras dalam menggapai cita-cita.

Uniknya anime ini bukan hanya pada alur ceritanya tetapi juga pada kisah nyata yang menjadi salah satu inspirasi film ini. Hanamichi Sakuragi merupakan tokoh nyata, beliau lahir di Jepang pada tahun 1968. Ia dibesarkan dalam keluarga buruh dimana ibunya meninggal pada usia usia muda. Tanpa kasih sayang ibunya, Hanamichi tumbuh menjadi anak berandal yang suka menyelesaikan masalah dengan jalan kekerasan.

Pada usia 12 tahun, Hanamichi tumbuh menjadi anak tinggi dengan tinggi badan 1.75 meter. Suatu ketika, ia terlibat tawuran di kawasan olahraga di University of Tokyo. Kemampuan fisiknya ketika tawuran ternyata menarik perhatian sang pelatih tim basket. Kemudian Hanamichi ditawari bergabung dengan tim basket.

Dalam sebuah latih tanding dengan tim nasional Jepang. Hanamichi yang ketika itu berusia 17 tahun, menunjukan sebuah permainan unik dan impresif. Walaupun timnya tersebut kalah telak, ia mendapat julukan "The Hope of the Japanese Basketball".

Setahun kemudian, ayahnya jatuh sakit. Kepergian untuk menjenguk sang ayah menjadi kepergian terakhirnya. Ia mengalami kecelakaan tertabrak mobil ketika hendak melintasi jalan di depan rumah sakit. Kepergiannya di usia yang muda menjadi kehilangan yang besar bagi dunia basket Jepang.

Kisah nyata ini menjadi inspirasi bagi penulis Takehiko Inoue yang membuat serial manga dan kemudian anime-nya dengan judul " Slam Dunk".

Note: Setelah di cek, ternyata hoax. Orang yg digambar ternyata adalah seorang musisi jepang yg wajahnya mirip, bernama Yoshiki. Gak ada basket2an... Hahaha, ketipu nih.. untung ada yg mengingatkan. Thx ya..

Erasmus Mundus Master


Erasmus Mundus adalah program kerjasama pendidikan antara perguruan tinggi di Eropa. Erasmus diambil dari nama seorang tokoh pelajar dari belanda yang bernama Desiderius Erasmus Roterodamus yang belajar di berbagai sekolah di Eropa pada abad 15 masehi. Sedangkan mundus diambil dari kata latin yang berarti dunia. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kerjasama dan kualitas pendidikan di eropa dan dunia. Serta juga mempromosikan metode pendidikan eropa pada dunia. Program-program kerjasama pendidikan (termasuk beasiswa) yang ditawarkan oleh konsorsium ini dapat anda lihat pada link berikut: http://ec.europa.eu/education/programmes/mundus/projects/index_en.html

Untuk beasiswa program Master Erasmus Mundus, tersedia bagi Non European yakni sebesar 21.000 euro per tahun. Beberapa persyaratan utk penerima beasiswa tersebut yakni:
  • Nationals coming from all other countries than the 27 EU Member States & the EEA-EFTA states.
  • People who have not carried out their main activities (studies, work, etc.) for more than a total of 12 months over the last five years in any of the above countries.
  • No more than 4 of the selected third-country students should come from the same country.
  • No more than 2 of the selected third-country students should come from the same institution.

100 Orang Kaya Indonesia


100 Indonesian Richest People

Rank : Name : Age : Company : Networth : Business
  1. Budi Hartono (66): Djarum: US$4.2 billion: Cigarettes, bank, property
  2. Rachman Halim (60): Gudang Garam: US$3.5 billion: Cigarettes
  3. Eka Tjipta Widjaya(84): Sinar Mas: US$3.1 billion: Palm Oil, Pulp, Finance, etc
  4. Sudono Salim (92): Salim Group: US$2.8 billion: Food, palm Oil, Finance,etc
  5. Putera Sampoerna (59): Sampoerna: US$2.2 billion: Cigarette, Casino, investment
  6. Sukanto Tanoto (57): Raja Garuda Mas: US$1.3 billion: Pulp & Paper, Palm oil
  7. Eddy William Katuari (56): Wings Group: US$1.1 billion: Consumer goods
  8. Aburizal Bakrie (60): Bakrie Group: US$1.05 billion: Energy, property, telecomm
  9. Arifien Panigoro (62): Medco Energy: US$900 million: Energy
  10. Hary Tanoesoedibyo (42): Global Media Com: US$820 million: Media
  11. Boenjamin Setiawan (74): Kalbe Farma: US$650 million: Pharmaceutical
  12. Martua Sitorus (47): Wilmar Holding: US$615 million: Palm Oil
  13. Hashim D. (53): Nations Energy: US$595 million: Energy
  14. Mochtar Riady (7: Lippo Group: US$585 million: Property, retail, healthcare
  15. Chairul Tanjung 45): Para Group: US$565 million: Banking, Media
  16. Husain Djojonegoro (5: ABC: US$560 million: Consumer foods
  17. Prajogo Pangestu (56): Barito Pacific: US$525 million: Timber, Petrochemicals
  18. Edwin Soeryadjaya (5: Saratoga Investama: US$520 million: Mining, infrastructure
  19. Peter Sondakh (55): Rajawali Group: US$510 million: Telecomm., cement, hotel
  20. Trihatma Haliman (55): Agung Podomoro: US$505 million: Property
  21. Sjamsul Nursalim (65): Gajah Tunggal: US$445 million: Tyres, retail, mineral
  22. Kartini Mulyadi (77): Tempo Scan Pacific: US$415 million: Pharmaceuticals
  23. Osbert Lyman (57): Satya Djaya Raya: US$400 million: Timber, property
  24. Paulus Tumewu (55): Ramayana: US$395 million: Retail
  25. Tan Siong Kie (91): Rodamas Group: US$375 million: Manufact., consumer good
  26. Dasuki Angkosubroto (78): Gunung Sewu: US$365 million: Property
  27. Murdaya Po (66): Berca: US$350 million: Manufact., property
  28. Sri Prakash Lohia (58): Indorama: US$345 million: Textiles, petrochemicals.
  29. Jan Darmadi (66): Darmadi Group: US$340 million: Property
  30. Ciputra (76): Ciputra Devp.: US$335 million: Property
  31. George & Sjakon Tahija (49/54): Austindo Energy: US$330 million: Energy
  32. Teddy P. Rachmat (63): Triputra Group/ Adaro: US$320 million: Coal Mining, manufact.
  33. Eddy Sariaatmadja (55): SCTV: US$305 million: Media
  34. Gunawan Jusuf (53): Sugar Group: US$ 295 million: Sugar
  35. Sofjan Wanandi (63): Gemala & Santini Group: US$290 million: Manufacturing, insurance
  36. Yos Sutomo (73): Sumber Mas: US$280 million: Timber
  37. Eka Tjandranegara (60): Mulia Group: US$278 million: Property, building material
  38. Sugianto Kusuma (56): Agung Sedayu: US$275 million: Property
  39. Alexander Tedja (61): Pakuwon: US$270 million: Property, malls
  40. Subianto Tjandra (63): Atedja Group: US$265 million: Textile, leather
  41. The Nin King (75): Argo Pantes Group: US$260 million: Textile, property
  42. Burhan Uray (79): Djajanti Timber: US$260 million: Timber
  43. Hadi Surya (71): Berlian Laju Tanker: US$255 million: Shipping
  44. Benjamin Jiaravanon (36): CP Indonesia: US$255 million: Feed Mill
  45. Adyansyah Masrin (87): Lautan Luas: US$250 million: Chemical, paper
  46. Sutanto Djuhar (78): First Pacific: US$250 million: China Investment
  47. Tatang Hermawan (56): Fuji Palapa Textile: US$250 million: Textile
  48. Tan Kian (49): Dua Mutiara: US$245 miliion: Property, textiles
  49. Handojo santosa (43): Ometraco: US$240 million: Feed mill, property
  50. Henry Onggo (74): Ratu Sayang Group: US$235 million: Property
  51. Bachtiar Karim (50): Musim Mas: US$230 million: Palm Oil
  52. Didi Darwis (61): Ling Brothers: US$225 million: Investment, property
  53. Hutomo Mandala Putra (45): Humpuss: US$220 million: Shipping
  54. Soetjipto Nagaria (67): Summarecon: US$213 million: Property
  55. Muâmin Ali Gunawan (6: Panin: US$210 million: Banking, property
  56. Jakob Oetama (76): Kompas Gramedia: US$200 million: Media
  57. Kiki Barki (6: Tanito Harum: US$195 million: Coal mining
  58. Tomy Winata (50): Artha Graha Group: US$185 million: Property, banking
  59. Kris Wiluan (57): Citra Mas Group: US$175 million: Petrolium, supplier
  60. Dahlan Iskan (56): Jawa Pos: US$172 million: Media
  61. Gunawan Tjondro (53): CNI: US$170 million: Consumer goods, property
  62. Rudy Suliawan (56): Mid Plaza: US$165 million: Property
  63. Jogi Hendra Atmadja (61): Mayora: US$163 million: Consumer foods
  64. Johannes Kotjo (62): Apac Centertex: US$162 million: Manufacturing
  65. Bambang Trihatmodjo (54): Global MediaCom: US$160 million: Media
  66. Muljadi Budiman (51): Honda Prospect: US$160 million: Automotive
  67. Rusdi Kirana (44): Lion Air: US$160 million: Airlines
  68. Luntungan Honoris (58): Modren Group: US$156 million: Property, Fuji Film
  69. Rudy Unyoto (58): Daliatex Kusuma: US$155 million: Textile
  70. Soedjono (58): Wirasakti Adimulya: US$150 million: Property
  71. Soegiharto Sosrodjoyo (73): Sosro: US$150 million: Consumer foods
  72. Eddy Tan (61): Bandung Investment: US$150 million: Textiles, garments
  73. Sugianto (61): Metro Garmen: US$150 million: Textiles
  74. A Tong (60): Roda Vivatex: US$150 million: Textiles
  75. Aksa Mahmud (62): Bosowa Group: US$145 million: Cocoa manufacturing
  76. Mardjokie Atmadiredja (70): Surya Toto Indonesia : US$145 million: Sanitary wares
  77. Sri Sultan Hamengkubuwono (61): Sultan Yogyakarta: US$140 million: Property
  78. Sudhamek (51): Garudafood: US$135 million: Consumer foods
  79. Budi Purnomo Hadisurjo (70): Optik Melawai: US$132 million: Optic chain
  80. Cahyadi Kumala (62): Bukit Sentul: US$130 million: Property
  81. Basuki Wiwoho (60): Tripatra Engineering: US$130 million: Oil and gas container
  82. G. Lukman Pudjiadi (50): Jayakarta Group: US$128 million: Property, hotels
  83. Jusuf Kalla (65): Hadji Kalla: US$125 million: Heavy industry, infrast.
  84. Sandy Bingei (78): Sumatera Tobacco: US$125 million: Tobacco company
  85. Pontjo Sutowo (57): Nugra Sentana Group: US$125 million: Property,hotels
  86. Sigit Harjojudanto (56): Arseto Group: US$120 million: Investment
  87. Honggo Wendratmo (59): Tirtamas Group: US$120 million: Petrochemicals
  88. Soegiarto Adikoesoemo (62): Aneka Kimia Raya: US$120 million: Chemicals
  89. Iskandar Widyadi (70): Bank Jasa Jakarta: US$120 million: Banking
  90. Tan Tjai Kie (53): Gunung Garuda Steel: US$113 million: Manufacturing, mining
  91. Susanto Lim (52): Domba Mas Group: US$112 million: Oleochemical, palm oil
  92. Sukamdani Gitosardjono (79): Sahid Group: US$110 million: Property, hotels
  93. Sudwikatmono (73): Indika Group: US$110 million: Entertaiment
  94. Atang Latief (69): Group Atang Latief: US$110 million: Banking
  95. GS Margono (69): Gapura Prima: US$110 million: Property
  96. Mintarjo Halim (52): Sandratex: US$110 million: Textile
  97. Henry Pribadi (60): Napan Group: US$105 million: Investment
  98. Surya Djuhadi (73): Nojorono: US$105 million: Cigarettes
  99. Soedarpo Sastrosatomo (87): Samudra Shipping: US$102 million: Shipping
  100. Alim Markus (56): Maspion Group: US$100 million: Consumer goods

source: Globe Asia 2007