Saturday, January 12, 2008

Membuat Paspor


Kalau mau membuat pasport hijau (umum) ini tata caranya. Mudah kok, tdk perlu pakai calo.

1. Beli formulir di kantor imigrasi (Rp 15.000,-), alamatnya di jalan suci (sebelah timur pusdai)
2. Isi formulir (ada yg menggunakan materai Rp 6.000,-) dan kumpulkan beserta fotokopi (1) KTP, (2) Akte lahir/Ijazah (3) Kartu Keluarga
3. Kumpulkan ke loket, nanti diberi pemberitahuan tanggal utk dtng lagi (utk nanti foto, sidik jari dan wawancara)
4. Datang ke loket informasi sesuai tanggal yg diberitahu, ambil/minta formulir pembayaran foto
5. Bayar foto (Rp 55.000,-)
6. Difoto & diambil sidik jari
7. Wawancara
8. Bayar biaya sidik jari (Rp 15.000,-) dan buku pasport (Rp 200.000,-)
9. Tanda tangan pasport
10. Tunggu 2 hari untuk mengambil paspor yang telah dilegalisasi

Total Biaya: Rp 291.000,-

Formulir: Rp 15.000,-
Materai: Rp 6.000,-
Foto: Rp 55.000,-
Sidik jari: Rp 15.000,-
Buku pasport: Rp 200.000,-

Per November 2007 di Kantor Imigrasi Bandung

Bagi yang sekarang memiliki waktu luang. Mungkin datang saja dan buat paspor. Jangan di tunda-tunda. Mungkin nanti bakal butuh untuk nyari beasiswa, dinas kantor, umrah, haji dan lainnya.

Yakitate JaPan!!!



Cintailah pekerjaan anda. Mungkin inilah hal yang paling berkesan yang penulis dapatkan setelah menonton film ini. Petualangan menjadi sorang pembuat roti pun menyenangkan.

Yakitate!! Japan menceritakan petualangan Azuma Kazuma. Dia adalah seorang remaja yang berkeinginan untuk membuat roti spesial khas Jepang. Cerita bermula ketika ia pergi ke Tokyo untuk menambah keahliannya dengan bergabung bakery terkenal di Jepang, Pantasia.

Arti dari judul cerita ini, Yakitate!! (焼きたて!!) berarti roti yang baru saja selesai dipanggang, dan Japan, berasal dari gabungan dari Ja (atau Jya [ジャ] dalam bahasa Jepang yang merupakan singkatan dari bahasa Inggris Japan), dan Pan [ぱん] yang berarti roti yang berasal dari bahasa Portugis "pão". Dalam bahasa Jepang, setiap roti dari negara yang berbeda diberi nama sesuai nama negaranya yang ditambah akhiran Pan [ぱん] seperti roti Perancis menjadi "Furansupan", roti rye Jerman menjadi "Doitsupan", roti Italia menjadi "Itariapan". Hal yang kocak dari film ini adalah reaksi-reaksi (Reaction) para Judge (Juri) yang sangat Hyperbolis setelah memakan roti-roti yang telah dibuat.