Saturday, December 27, 2008

Vacation in Paris

Inilah cerita pengalamanku jalan-jalan di Paris. Ceritanya sih mau lapor ke KBRI di Paris, bahwa kami (saya, della dan agi) adalah pelajar Indonesia yang sedang studi di Rennes Prancis. Selain lapor, dimanfaatkan saja sebagai kesempatan jalan-jalan. Kami bertiga berangkat jumat pagi menggunakan TGV ke Paris. Perjalannannya memakan waktu kira-kira 2 jam. Kami turun di Gare Montparnasse - Paris, kemudian membeli one day ticket untuk public transport di Paris. Sesampainya di KBRI, ternyata oh ternyata, KBRI sedang libur Lebaran. Kami pikir KBRI akan libur lebaran hanya pada hari Rabu dan Kamis. Ternyata libur diperpanjang sampai hari Jumat.
Setelah salat jumat di KBRI, kami memulai petualangan keliling kota Paris. Tempat pertama yang kami tuju adalah menara eiffel. Disini kami hanya melihat-lihat menara Eiffel dari bawah, disebabkan antrian menara eiffel yang sangat panjaaaang kala itu.











Hari pertama pun berakhir hanya dengan mengunjungi satu objek wisata. Malamnya, kami nginep gratisan di kostan Mas Aditya T, senior kami yang sekarang kuliah di Paris.
Perjalanan hari kedua dimulai dengan melihat-lihat area Notre Dame. Melihat arsitektur khas prancis serta taman-taman disekitarnya. Disini kami juga bermain dengan merpati-merpati.











Satu hal yang terlewat dari kunjungan kami ke Notre Dame adalah kami tidak berhasil menemukan point zero alias titik nol kota Paris. Konon katanya, kota paris di mulai dari situ. Menurut Madam Sri, guru les bhs Prancis di CCF Wijaya, point zero terletak di deket Notre Dame. Biasanya orang-orang berdiri di atas point zero tersebut dan kemudian berfoto ria.










Akhirnya kami hanya menelusuri sungai, melihat-lihat kapal dan seniman jalanan. Saat tiba di Musee de Luvre, kami lagi-lagi hanya mengamati arstiektur dan taman sekitar. Selain hemat tiket, kami juga melihat antrian panjang bak ular. Membuat malas ikut ngantri. Tak lupa kami berfoto ria di depan pyramid. Yang konon menurut novel da vinci code, di bawah pyramid tersebut...










Dari Musée du Louvre kami melanjutkan perjalanan menuju Arc De Triomphe. Sepanjang perjalanan, kami melewati banyak taman.










Juga ada Place de la Concorde. Nampaknya merupakan replika obeliks, tribute for arkeologi prancis yang pernah menelitinya. Setelah Place de la Concorde, kami menyusuri Aero Expo sepanjang perjalanan. Nampaknya sedang diadakan pameran dirgantara memperingati 100 tahun industri dirgantara prancis. Di hadirkan berbagai model dan replika dari industri dirgantara, baik untuk keperluan sipil maupun militer.










Tibalah kami di Arc De Triomphe. Ternyata dari Musée du Louvre sampai Arc De Triomphe tuh jauh juga. Lain kali lebih baik naik metro.











Setelah puas melihat-lihat di Arc de Triomphe, kami memutuskan untuk istirahat dan salat di La Grande Mosquée de Paris. Kami menggunakan metro untuk menuju kesana. Saat keluar dari halte metro, kami melewati Jardin de Plantes terlebih dahulu sebelum sampai di mesjid. Jardan de Plantes merupakan botanical garden di Paris. Cukup indah melihat aneka tanaman dengan bunga-bunganya.










Di La Grande Mosquée de Paris kami salat dan beristirahat. Lalu kami menikmati arsitektur mesjid yang dibuat khas maroko.










Perjalanan kemudian dilanjutkan untuk melihat menara Eiffel di malam hari. Yups, terang-benderang dengan tema warna biru dan bintang kala itu.















Hari ketiga dimulai dengan tujuan utama naik ke menera Eiffel. Kami datang cukup pagi, sehingga antrian belum panjang. Namun sayang, kondisi angin yang kencang membuat kami hanya sampai ke bagian tengah menara. Akses ke puncak menara ditutup kala itu.
Last but not least ada satu objek yang ingin ku kunjung yakni Museum Curie. Ketika sampai, ternyata museum sedang tutup. Akhirnya perjalanan 3 hari 2 malam di Paris berakhir. Dengan menyisakan beberapa rasa penasaran: Museum Curie, Puncak Eiffel, Point Zero. Next time maybe...

Friday, December 26, 2008

Myopia Manual


Judul lengkap buku ini adalah "Myopia Manual: An Impartial Documentation of All the Reasons, Therapies and Recommendations". Buku ini ditulis oleh Dr. Klaus Schmid, seorang physicist dari Jerman. Beliau tertarik mendalami miopia disebabkan anak-anaknya yang mengalami miopia. Padahal menurut penuturannya, mereka tidak memiliki garis keturunan myopic.
Kelebihan yang ditawarakan buku ini adalah refernsi lengkap mengenai hal-hal yang terkait dengan miopia. Kita disuguhkan fakta-fakta yang berimbang mengenai mitos-mitos seputar miopia. Apakah karena genetik atau kah karena kebiasaan? Bila anda memiliki hal yang ingin dikroscek seputar miopia. Maka buku ini dapat anda jadikan sebagai salah satu referensi yang terbaik.
Buku ini dapat anda download dalam bentuk pdf pada website berikut: www.myopia-manual.de. Hardcopy bisa anda dapatkan di amazon.com.

Thursday, December 25, 2008

TOEFL ITP

The TOEFL® ITP is an assessment tool composed of previously administered TOEFL paper-based tests that measures individuals' English proficiency at the intermediate-to-advanced levels.


TOEFL sendiri merupakan singkatan dari "Test of English as a Foreign Language". Sedangkan ITP singkatan dari "Institutional Testing Program". Merupakan salah satu produk test dari ETS untuk standarisasi kemampuan berbahasa Inggris.
Oleh ETS, TOEFL sebetulnya digunakan untuk tes dalam internal lembaga. Penggunaan tes bhs Inggris untuk ujian masuk ke Universitas digunakanlah TOEFL. Tetapi ada beberapa program dan universitas yang membolehkan apply menggunakan TOEFL ITP. Dulu saya pernah menanyakan ke Universitas di Belanda dan Jepang, mereka menerima TOEFL ITP sebagai syarat masuk.
Dari sisi biaya, tes TOEFL ITP (Rp 275 ribu, tahun 2007) lebih murah dari tes TOEFL (sekitar 1 jutaan). Format tesnya sendiri seperti TOEFL paper based; terdiri dari:
  • Listening Comprehension — measures the ability to understand English, including short and long conversations and short talks or lectures
  • Structure and Written Expression — measures the ability to recognize standard written English
  • Reading — measures the ability to read and understand short passages at the university level
Di Indonesia, tempat untuk melakukan tes TOEFL ITP bisa di ITB, UI, Binus, UPI dan lainnya. Info lengkap ada pada [link]. Setelah tes, jangan lupa untuk meminta copy legalisir dengan ketentuan berikut:

Kick Weko

"No pain, no gain." Itulah sepenggal kalimat yang mewakili pengalamananku, ketika menjadi pengangguran berat. Setelah menunggu berbulan-bulan, kerjaan pun tak kunjung ada. Ketika teman2 yang lain telah mulai anteng di tempat kerja. Aku pun masih riweuh mencarinya. Disaat itulah, ada sebuah acara di kampus yang menghadirkan talkshow yang di pandu oleh Andy F Noya. Berhubung talkshow gratisan, don't miss it lah. Siapa tau bisa sekalian dapet buku gratis. Antri tiket dilakukan mulai pagi-pagi. Dicari-cari info, dimanakah tiket tersebut akan dibagikan. Dicarilah orang dalem, yang tau dimana posisi tiket berada. Dimana tiket itu dibawa oleh panitia, disitu aku dan kawan-kawanku mengikuti jejaknya. Hal tersebut mengantisipasi berubah-ubahnya lokasi dan jam pembagian tiket. Hasilnya, kami menjadi orang-orang pertama yang mengantri tiket gratisan tersebut.
Malam acara pun tiba, dalam hati masih menunggu pembagian buku gratis seperti di acara TV. Ternyata oh ternyata, tidak ada pembagian buku gratis. Yang ada adalah pembelian buku. Waduh, pengangguran msh belum ada duit utk beli buku (Mo ikut talkshow atau mau dapet buku gratis sih?)
Acara seminarnya cukup menarik, bertemakan riset dan kontributif. Menghadirkan pejabat-pejabat kampus seperti Pak Djoko (rektor ITB), Pak Kus (Menristek & mantan rektor ITB), pak Wiranto Arismunandar (mantan rektor ITB). Kemudian ada dari perwakilan mahasiswa ITB (dengan karya piko hydro) dan anak smp (kubis merah sebagai pewarna alami).


Untuk menghidupkan suasana, Andy F Noya membuat sebuah ice breaking. Dia menantang seorang hadirin untuk maju kedepan, tanpa diaksih tau bakal diapain. Dengan kesigapan ala ospek, akupun menerima tantangan tersebut. Ternyata setelah maju ke depan, aku disuruh menjelaskan kubis merah. Penjelasanku tersebut kemudian akan dibandingkan dengan pembicara dari SMP. Yups, niru-niru acara kuis "Are you smarter than 5th grader".
Disaat grogi dan kurang persiapan, jawaban ku pun melantur. Dan Andy F Noya pun semakin berjaya menghadirkan suasana lucu kepada para pemirsa dengan cara mengeksploitasi kekonyolan ku. Bener-bener di"kick" diriku malam itu. Tapi akhirnya modal nekat ku maju kedepan panggung membuahkan hasil: Buku Gratis. Hahaha.... Ini hidup bung. No pain, no gain.

Tuesday, December 23, 2008

Fatwa Haram Merokok

Sempat mencuat di media massa bahwa MUI mewacanakan Fatwa haram terhadap rokok. Tetapi sejauh ini msh belum ada perkembangannya. Malah ketika ku cari artikel-artikel di google, fatwa haram merokok ditujukan kepada anak-anak. Entahlah...?! Setidaknya mari kita wacanakan dan dukung fatwa haram terhadap rokok. Dengan munculnya fatwa tersebut, tentunya dapat menekan kebiasaan merokok di Indonesia. Berikut artikel bagus yang ku copy paste dari sebuah web [link]. Kalau males baca artikel lengkapnya, berikut kuresumekan:

Dijelaskan dalam surat Al-Baqarah: 195 "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." Tidak ada orang yang bisa menyangkal bahwa rokok itu berbahaya. Bahkan perusahaan rokok pun mengiyakan hal tersebut, dan menuliskan pada kemasannya kalimat berikut: MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGUGAN KEHAMILAN DAN JANIN. Kalau produsen rokok sendiri sudah menyatakan bahaya produknya berbahaya dan mendatangkan penyakit, bagaimana mungkin konsumen masih mau mengingkarinya?


Artikel lengkapnya:
Sumber: http://www.halalguide.info
Judul: Himpunan Fatwa Haram Merokok [link]
Penulis: Rizki Wicaksono, dari berbagai sumber

Monday, December 22, 2008

Institut de Gestion de Rennes

Institut de Gestion de Rennes (IGR) bila diterjemahkan kira-kira Institut Manajemen Rennes. IGR merupakan Graduate School of Business Administration University Rennes 1. Dalam program kuliah MaMaSELF di Rennes, kami mendapatkan kuliah Manajemen yang diberikan oleh IGR. Manajemen A yang mencakup: International Accounting, Cost Accounting, manajemen IT & IS, analisis financial dll. Kemudian manajemen B yang mencakup: Logistic, Consumer Behaviour, marketing, analisis geopolitik terhadap bisnis dll.
Kuliah manajemen sendiri menjadi kuliah favoritku selama di Rennes. Selain memang materi yang disajikan menarik, diharapkan kuliah-kuliah tersebut dapat menambal nilai-nilaiku.


Selama ini kuliah diadakan di kampus beulieu, dosen-dosen dari IGR yang mendatangi kelas kami. Suatu saat, tibalah kesempatan kami untuk berkunjung ke kampus IGR dalam rangka kuliah consumer behavior. Kuliah diadakan jam 8 pagi. Sebagai catatan, waktu subuh di Rennes pada musim dingin itu sekitar 07:30 pagi. Hohoho..., pagi-pagi sekali berangkat kuliah ke kampus. Dulu waktu Ospek di ITB aja gak sepagi ini.










Di kampus IGR, kami melakukan analisis data survey dari tugas consumer behavior. Kemudian mendengarkan kuliah dosen tamu dari Kanada dengan topik penggunaan ilmu linguistik untuk penelitian consumer behavior. Pusing deh, jadi belajar ampe linguistik.










Tapi oleh-oleh yang paling membawa kesan pulang kuliah dari IGR adalah: hilang sarung tangan bagian kiri. Nampaknya ketika pagi-pagi mengejar bus agar tidak telat (walau akhirnya telat gara-gara tertinggal bus), sarung tangan tersebut terjatuh... Hiks-hiks....

Sunday, December 21, 2008

I don't drink Alcohol

Ketika menuju kamar setelah pulang dari acara rawonan, aku dipanggil untuk gabung dengan pesta temen2 lantai. Pesta menyambut hari terakhir sebelum mulai libur panjang untuk natal dan tahun baru. Dengan ramahnya, mereka menyodorkan sebuah botol. Walau gak ngerti bahasa Prancis, tapi dari gesture tubuh nampaknya mereka mengajak untuk minum bareng. Lalu ku jawab "I'm sorry, I don't drink Alcohol".
Kemudian mereka menyodorkan sebuah botol Coca Cola. Obrolan pun berlanjut, beberapa orang menanyakan nama dan asal (Walaupun teman selantai, selama ini memang agak jarang berinteraksi). Ku jawab "Weko, from Indonesia". "How do you spell it?" timpal salah seorang dari mereka. "W - E - K - O" jawabku. Selanjutnya ditanyakan, "Why don't you drink alcohol? Is it because of personal reason or something else?". Akupun menjawab, "I am a Muslim, it is forbiden for a muslim to drink alcohol and eat porc". Mendengar jawabanku, salah seorang dari mereka berdiri kemudaian berkata sesuatu yang tak ku mengerti. Maklum gak ngerti bhs Prancis. Teman disebelahku yang sudah tahu bahwa aku parah dalam bahasa Prancis bertanya kepadaku "Do you understand what he talk about?". "Well, actually not" timpalku. "He said that it is good that you are a muslim and don't drink alcohol. Because he has a friend that is a muslim but he drinks alcohol" jawabnya. Astagfirullah gumam hatiku. "You also have a special month in a year where you don't eat during the day what is it called?" tanya teman sebelahku. Aku menjawab "Fasting month". "No the other one, its called Ramadhan?" tanyanya lagi. "Yes" jawabku. Obrolan pun berlanjut saling berkenalan dengan orang2 yang selama ini belum sempat berkenalan. Setidaknya dalam lantai tersebut hadir delegasi dari berbagai negara seperti: Prancis, Jerman, China, Rumania dan tentunya Indonesia.
Walau masalah alkohol sudah selesai dibahas, ada juga yang masih "penasaran". "Is it true that you never taste alcohol? Just try a little..." Ucapnya sambil menyodorkan sebotol bir. Hah dasar, gumam hatiku. Aku pun menjawab dengan tegas "No".
Akhirnya (untungnya dan leganya), penjaga gedung datang ke dapur. Sudah malam, saatnya dapur di kunci. Pesta mabuk lantai pun berakhir. Masing-masing delegasi kembali ke kamarnya. Keesokan paginya, sisa2 dari pesta mabuk masih terlihat. Baru siang hari beresnya.

La Nuit de Rawon à Rennes

Inilah acara rawonan dalam rangka selametan, lulusnya post-Doc Pak Doddy. Bertempat di kediaman Pak Doddy, sang Chef Doddy membuat aneka masakan khas-nya. Acara tersebut dihadiri oleh teman Indonesia yang sedang kuliah di Prancis. Penulis, della, agi, Pak Istas, Pak Tommy, Mas Luth, Mbak Nani dan tentunya Dr. Chef Doddy yang punya hajatan.










Menu utama acara rawonan adalah (dan tentunya) rawon. Yang diracik dan dibuat oleh pak Doddy, berikut kutipan resep dari Pak Doddy:
Bumbu rawon versi doddy: bawang merah secukupnya, bawang putih secukupnya (perbandingan 2 bawang merah untuk 3 bawang putih, hehehe biasanya bang merah yg banyak, tapi kali ini bawang putih yg dominan), ketumbar jinten (takaran jinten jangan terlalu banyak), lengkuas, salam, sereh (yg banyak dan yg segar), daun jeruk, kluwek mutu bagus (disangrai sebetar, dan diulek sampai halus), sedikit lada putih garam gula merah-putih.
Tips: saya biasa mencapur kemiri dan kluwek untuk meningkatkan rasa. yg saya tahu, kenikmatan rawon itu, tergantung dari perbandingan antara sereh dan kluwek plus daun jeruk. (jangan ragu ragu untuk menambahkan porsi daun jeruk dan sereh )
Bumbu gepuk ngohiang: (sebetulnya bukan gepuk, tapi daging ngohiang), daging rebus sampai tendre, tambahkan gula merah garam ketumbar yg banyak, kayu manis, 5 spices (tinggal beli di toko cina), simpan dalam kulkas selama 1 hari, tambahkan kelapa parut, bacem selama 1 hari, siap digoreng.











Consumer Behavior

Salah satu matakuliah menarik yang kudapat dalam credit manajemen adalah tentang Consumer Behavior. Kuliah ini diberikan oleh dosen dari Institut de Gestion de Rennes (IGR). Materi utama dari kuliah ini menekankan pada cara para konsumer dalam membuat keputusan memilih suatu produk atau jasa. Kajian utama dari kuliah adalah membahas tentang sebuah paper yang berjudul "Constuctive Consumer Choice and Processes", dengan author James R. Bettman et al, diterbitkan dalam "Jurnal of Consumer Research" Vol. 25, tahun 1998.

Tugas yang diberikan adalah melakukan survey dan wawancara dengan beberapa responden. Survey dilakukan dengan polling Charming Prince kemudian Airline. Para responden diberi beberapa alternatif pilihan. Mereka memilih setelah melakukan analisa tentang attribut yang ada di tiap pilihan. Kemudian kita melakukan analisa, bagaimanakah responden tersebut memilih.

Dalam paper Bettman et al, di kerucutkan bahwa setidaknya terdapat 8 cara bagaimana konsumer memilih, yakni:
1. Weight adding: Konsumer mimilih dengan cara membandingan tiap attribut kemudian dikalikan dengan nilai dari attribut tersebut. Pilihan jatuh kepada yang memiliki nilai total yang lebih besar.
2. Lexicogrphic: Hanya membandingkan pilihan dengan satu attribut yang paling penting.
3. Satisficing: Konsumer tidak mencari pilihan yang terbaik, tetapi cenderung pilihan yang diatas level minimal.
4. Elimination by Aspect: Merupakan gabungan elemen dari Lexicographic kemudian dialnjutakn dengan satisfiying. Konsumer mengeliminasi/mengurangi pilihan berdasar attribut paling penting kemudian attribut yang tersisa dilakukan perbandingan dengan cara melihat pilihan diatas level minimal.
5. Equal Weight: Mirip dengan weight adding, tetapi dalam hal ini. Konsumer memilih berdasarkan pilihan yang paling banyak memiliki attribut tertinggi.
6. Majority of Confirming Dimension: Konsumer membandingkan dua alternatif pilihan, kemudian mengeliminasi yang lebih buruk. Kemudian pilihan yang bertahan dibandingkan dengan pilihan yang lain.
7. Frequency of Good & Bad Feature
8. Computational Contex Mode

Sedikit implementasi dari paper tersebut, adalah memduahkan kita untuk positioning barang yang hendak kita jual. Mari kita coba ambil contoh penjualan cookies di supermarket. Terdapat rentetan jenis2 kue.

Tapi manakah yang kita pilih. Berdasar harga produk? Harga per berat? Merek? Desain & warna bungkus? Kandungan gizi? Penjejeran dan pelabelan di supermarket akan memudahkan para konsumer memilih produk dengan gaya khasnya masing-masing.

nb: Penulis mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasi para responden.

Saturday, December 20, 2008

Foggy day in Rennes

One foggy morning in Rennes, just makes me wanna sleep again.











Wednesday, December 10, 2008

The Oil Price



Gonjang-ganjing harga minyak menarik untuk kita cermati. Antara bulan April dan September 2008, harga minyak mencapai angka US$100 per barel. Proyek2 eksplorasi migas dan energi alternatif pun mulai banyak ditekuni.

Eksplorasi dan eksploitasi minyak kini lebih gencar, bermunculan negara2 baru penghasil minyak. Konsekuensinya harga minyak telah turun kembali ke level di bawah US$50 per barel pada December 2008. Akankah penurunan harga minyak dunia ini menghentikan proyek2 energi alternatif seperti biofuel, geothermal dll? Terlebih krisis moneter dunia sedang berlangsung.

sumber: http://www.oil-price.net/

Saturday, November 29, 2008

TGV

TGV merupakan singakatan dari Train à Grande Vitesse, bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia kira-kira "kereta berkecepatan tinggi". TGV dikembangkan oleh Alstom, salah satu perusahaan engineering raksasa di Prancis. Operator/pengelolanya dilakukan oleh SNCF (Société Nationale des Chemins de fer Français) atau Perusahaan National Kereta Prancis. Logo dari TGV didaftarkan sebagai trademark dari SNCF.













Keberadaan TGV telah menjadi salah satu tulang punggung sistem transportasi di Prancis. Kecepatan kereta dari TGV mampu memangkas waktu perjalanan hingga setengah bila dibandingkan menggunakan bus. Seorang rekan dari Jerman menuturkan bahwa kereta di Prancis memang jauh lebih cepat daripada di Jerman.

Patut dinantikan suatu hari Indonesia memiliki kereta cepat seperti TGV, karena kita ketahui bahwa transportasi adalah urat nadi dari ekonomi.