Tuesday, November 13, 2007

Peranan Media dalam Pendidikan Anti-Korupsi

Korupsi telah amat membudaya dalam tata kehidupan bangsa Indonesia. Maka tak heran bila saat ini ada sekitar 12.400 laporan korupsi yang masuk ke meja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemberitaan di media pun tak kalah banyaknya. Sekarang kita sudah tidak aneh lagi bila mendengar atau membaca kasus tentang pejabat yang menggelembungkan anggaran (mark up), pengusaha yang menyelewengkan dana, pencekalan dan pemerikasaan terkait kasus korupsi.

Maraknya pemberitaan tentang kasus korupsi telah membawa dampak positif bagi pendidikan antikorupsi. Setidaknya terdapat tiga peranan media bagi pendidikan antikorupsi, pertama menimbulkan rasa was-was bagi orang yang hendak melakukan korupsi dikarenakan takut akan hukumannya. Kedua menimbulkan efek jera bagi pelaku korupsi akibat rasa malu yang diterima oleh si pelaku maupun keluarganya. Ketiga mendidik masyarakat untuk dapat mengetahui jenis dan pola korupsi sehingga dapat peka terhadap suatu gejala korupsi.

Media memang memiliki peranan penting dalam proses pendidikan dan penyampaian informasi kepada masyarakat. Dalam hal ini, pendidikan antikorupsi yang selama ini tidak ada dalam mata pelajaran dapat terfasilitasi melalui media massa.

Mengingat pentingnya peranan media dalam pendidikan antikorupsi maka pengembangan-pengembangan perlu dilakukan. Pola pemberitaan korupsi yang selama ini banyak berbentuk hard news dapat diubah menjadi feature sehingga dapat memberikan efek yang lebih mendalam tentang seluk-beluk korupsi kepada para pembaca. Selain itu, perlindungan terhadap wartawan peliput dan media yang memberitakan kasus korupsi perlu untuk ditegakan. Hal ini mengingat peliputan dan pemberitaan terhadap kasus-kasus korupsi berskala besar seringkali tak luput dari bahaya pengerahan premanisme. Tak lupa, peranan media ini perlu untuk dijaga sehingga tidak melenceng dari jalurnya semula. Tak jarang ada wartawan atau media yang malah menggunakan isu korupsi untuk memeras. Menjaga kredibilitas media adalah cara agar dipercayai oleh para pembacanya.

Pendidikan antikorupsi tidak harus dilakukan dalam pendidikan formal. Salah satu alternatif pendidikan antikorupsi yang telah terbukti cukup efektif adalah melalui media massa.

1 comment:

  1. Setuju wek ! Dan salah satu pendidikan yg baik adalah dg hukuman yg membuat jera/kapok, misal : hukuman mati (kejam kali daku :D). Tapi, baik dan buruk menurut manusia blum tentu sama dg Alloh. Hukum mati itu baik, kl sesuai dg syariah...menurutku gitu

    ReplyDelete

Please feel free to leave your comment. Do not include violence, adult content, spam message, racism in the comment. The comments will be soon published after the author of this blog makes the moderation. Thank you in advance for visiting this blog. Best regards from the author.