Monday, October 22, 2007

Sistem Penanggalan

Sistem penanggalan telah dikenal oleh umat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Umumnya peradaban zaman dahulu menggunakan tanda-tanda benda di langit (matahari, bulan dan bintang untuk menentukan pergantian musim. Hal tersebut sangat berguna untuk menentukan siklus bercocok tanam, pergi melaut, musim berburu, musim banjir dan lain sebagainya. Bagi umat beragama tertentu, fungsi penanggalan merupakan hal yang tak dapat dipisahkan. Perayaan hari raya ditentukan berdasarkan sistem penanggalan yang mereka yakini.


Sistem penanggalan ini kemungkinan besar muncul dan diketahui oleh umat manusia zaman dahulu ketika mereka menyadari bahwa pergerakan matahari atau bulan memiliki siklus tersendiri. Sebagai contoh adalah menghitung pergantian antara musim hujan dan kemarau dengan mengamati jumlah kemunculan bulan purnama.


Sejak zaman peradaban kuno (mesir, babilonia, yunani, cina, maya dll) sistem penanggalan mengalami banyak perbaikan dan koreksi hingga zaman kini. Secara garis besar, penanggalan dapat di bagi menjadi tiga macam; yakni: (1) Solar (matahari), (2) Lunar (bulan) dan (3) Luni-Solar (bulan- matahari).


Penanggalan atau kalendar solar merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada pengamatan terhadap matahari. Sistem penanggalan ini dihitung berdasarkan revolusi bumi terhadap matahari (gerak bumi pada orbitnya dalam mengelilingi matahari). Tiap siklus revolusi bumi terhadap matahari ditetapkan sebagai satu tahun. Contoh dari kalendar solar adalah kalanedar masehi. Satu tahun dalam kalendar solar adalah 365¼ hari. Dalam pelaksanaannya, tiap tahun dibulatkan menjadi 365 hari dengan pengecualian tiap empat tahun (tahun kabisat) menjadi 366 hari.


Penanggalan atau kalendar lunar merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada pengamatan terhadap bulan. Sistem penanggalan ini dihitung berdasarkan revolusi bulan terhadap bumi (gerak bulan pada orbitnya dalam mengelilingi bumi). Tiap siklus revolusi bulan terhadap bumi ditetapkan sebagai satu bulan. Contoh dari kalendar lunar adalah kalanedar hijriah. Lamanya satu bulan dalam kalendar lunar adalah lebih besar dari 29 hari dan lebih kecil dari 30 hari {29 hari < hari =" 24">


Penanggalan atau kalendar luni-solar merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada pergerakan bulan dan matahari. Revolusi bumi dijadikan patokan untuk satu tahun dan revolusi bulan dijadikan patokan untuk satu bulan. Mengingat jumlah hari dalam satu tahun yang berbeda antara kalendar solar (365¼ hari) dan lunar (354 hari), maka ditambahkan beberapa hari tertentu diselang bulan-bulan yang ada. Contoh dari kalendar luni-solar adalah kalendar yahudi dan cina kuno.

No comments:

Post a Comment

Please feel free to leave your comment. Do not include violence, adult content, spam message, racism in the comment. The comments will be soon published after the author of this blog makes the moderation. Thank you in advance for visiting this blog. Best regards from the author.