Monday, October 22, 2007

Hilal


Bumi berotasi ke arah timur dan Bulan juga beredar mengelilingi Bumi ke arah timur. Bila bila dilihat dari arah langit kutub utara maka arahnya akan berlawanan dengan putaran jarum jam. Rotasi bumi akan menyebabkan terjadinya perubahan malam dan siang. Sedangkan peredaran bulan mengelilingi bumi menyebabkan terjadinya bulan purnama, bulan baru, bulan sabit, gerhana bulan dan gerhana matahari.

Hilal merupakan penampakan bulan baru setelah bulan mati. Bentuk dari hilal adalah bulan sabit. Hilal dapat diamati pada waktu maghrib, ketika matahari terbenam terlebih dahulu daripada bulan. Hal ini karena matahari yang terbenam akan menyebabkan langit menjadi lebih gelap sehingga pantulan cahanya matahari pada bulan dapat terlihat. Bila bulan terbenam terlebih dahulu daripada matahari maka hilal tidak terjadi.

Bila hilal telah muncul di suatu daerah maka penampakan hilal pada bumi bagian lebih barat dari tempat hilal muncul akan semakin jelas. Hal ini disebabkan perbedaan kecepatan rotasi bumi dan peredaran bulan mengelilingi bumi, serta kedudukannya terhadap matahari.

Munculnya hilal tidak serentak membentuk garis vertikal dari utara ke selatan tetapi berbentuk garis parabola. Daerah kemunculan hilal akan semakin besar ke arah barat. Bila hilal belum muncul atau gagal diamati (contoh: karena langit tertutup awan) maka jumlah tanggal dalam satu bulan kalendar hijriyah digenapkan menjadi 30 hari.

No comments:

Post a Comment

Please feel free to leave your comment. Do not include violence, adult content, spam message, racism in the comment. The comments will be soon published after the author of this blog makes the moderation. Thank you in advance for visiting this blog. Best regards from the author.