Monday, July 16, 2007

Kebiasaan Merokok di Indonesia

Sudah umum untuk diketahui bahwa kebiasaan merokok dapat menyebabkan datangnya berbagai penyakit. Namun, tampaknya pengetahuan tentang bahaya nikotin dan racun-racun pada rokok tidak cukup ampuh dalam mengajak orang untuk berhenti merokok.

Dari tahun ke tahun, jumlah perokok aktif di Indonesia mengalami peningkatan. Prof. Dr. Hadiarto Mangunnegoro, Sp.P, menyebutkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia yang pada tahun 1990-an sekitar 22,5 persen naik menjadi 60 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2000 (kompas.com, 21/7/2005). Dengan peningkatan jumlah perokok yang cenderung naik pesat dari tahun ke tahun, maka tak heran bila saat ini Indonesia telah menduduki peringkat kelima jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina, Amerika, Rusia, dan Jepang (tempointeraktif.com, 1/6/2006).

Lebih mencengangkan lagi adalah fakta bahwa Indonesia mencetak rekor yakni sebagai negara dengan jumlah perokok remaja tertinggi di dunia. Hakim Sorimuda Pohan seusai acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 menuturkan bahwa saat ini tak kurang dari 13,2 persen anak-anak di Indonesia menjadi penghisap rokok. (republika.co.id, 1/6/2006). Berdasarkan survei, sekitar 34 persen anak sekolah usia SMP di Jakarta pernah merokok. Sekitar 16,6 persen di antaranya masih aktif merokok. Di Bekasi, Jawa Barat, 33 persen murid usia SMP juga pernah merokok dan 17,1 persen di antaranya tergolong perokok aktif. Di Medan, 34,9 persen anak usia SMP pernah merokok dan 20,9 persen masih aktif merokok (republika.co.id, 1/6/2006).

Sungguh amat menyedihkan melihat banyaknya perokok berusia remaja dan anak-anak. Bila hal ini tidak segera ditanggulangi maka dikemudian hari akan menyebabkan serangkaian permasalahan seperti peningkatan jumlah angka kematian akibat rokok serta penurunan usia produktif SDM bangsa Indonesia. Selain itu, bahaya lain yang tersembunyi dari merokok adalah bahwa remaja dan anak-anak yang menjadi perokok aktif akan lebih rentan untuk terjerumus kepada bahaya Narkoba (McDonough, 2003) dan minuman keras (Robertson, 2002).

(weko dari berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment

Please feel free to leave your comment. Do not include violence, adult content, spam message, racism in the comment. The comments will be soon published after the author of this blog makes the moderation. Thank you in advance for visiting this blog. Best regards from the author.