Wednesday, November 21, 2007

Pengantin Islam


Judul lengkap buku ini adalah "Pengantin Islam, Adab Meminang dan Walimah menurut Al Quran & Sunah".

Buku ini sangat cocok bagi para muda-mudi Islam yang mulai memasuki usia pernikahan. Materi dalam buku ini dituturkan dengan cukup ringkas menggunakan bashasa yang mudah dimengerti.

Selain menambah ilmu bagi pembacanya, buku ini cukup baik dalam memotivasi generasi muda-mudi Islam dalam membangun keluarga sakinah.

Judul: Pengantin Islam
Pengarang: Dr Abdullah Nashih'ulwan
Penerjemah: Aunur Rafiq Shaleh Tmhid
Penerbit: Al-I'Tishom
Personal Rating: 8,2

Job Seeker


A week after graduation, there was a career day in ITB. Finally, its “job-seeking” time. It was the first time searching a professional career. I felt that getting a job was really a process of struggle. Sure a lot of jobless people searching a job.

After several observations, I tried to apply some companies. My first test was held by Schlumberger. After hearing the presentation, I was quite confidence for the test. Looks like not gonna be that hard.

The first selection of the test was English test. Every applicant was given question and then they must answer the question in 3 minutes. After several people went for the test, it was my turn. I was given a question to tell all I know about organization. When I answer, suddenly I became nervous and my pronunciation wasn’t good. Maybe because I didn’t practice before. So I decided not to see the test result, because I was sure at that time I was not qualified for the next test.

Forgetting the bad day, I filled the rest of the day legalizing my certificate and searching info in the net. When I was online at YM, suddenly my friend asked me why I wasn’t doing the next step. I was quite surprise knowing that I was qualified for the next test. But it was too late for me to know, the test was already held.

At least after that day, I learned something. We must appreciate little things that we have done because maybe someone appreciates it also. Don’t be overconfidence, practice and experiences make perfect result.

Just do your best and let Allah SWT take rest.

Menuntut Ilmu

Barangsiapa mempelajari suatu ilmu bukan karena Allah, tetapi ia mempelajarinya hanya untuk memperoleh harta benda dunia, maka ia tidak akan mendapat bau harum surga pada hari kiamat nanti.
(HR Abu Daud)

Sejarah Daulah Khilafah Islamiyah (570-1924 M)

Film dokumenter ini dibuat Untuk memberikan gambaran bagi generasi muslim abad ke 21 tentang Daulah Khilafah Islamiyah. Film ini sangat bagus dalam memberi pemahaman tentang sejarah Islam. Selama ini, sejarah biasanya diadopsi dari sejarah bangsa barat (Eropa-Amerika) yang tentunya banyak dimanipulasi untuk kepentingan mereka.

Film ini terdiri dari 3 seri, yakni
Seri 1: Membangun Peradaban Islam (570-632 M)
Seri 2: Kejayaan Peradaban Islam (632-1453 M)
Seri 3: Menguasai Tiga Benua (1453-1924 M)

Penuturan sejarah yang menarik dalam film tidak membuat para penonton bosan.

Produksi: El MOesa
Personal Rating: 8,3

Alumni SLTPN 9 Bandung

Salat Al-Janazah


The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) and his companions (may Allaah be pleased with them) explained how the funeral prayer is to be done. It is done as follows:


You say the first Takbeer (“Allaahu akbar”), then you seek refuge with Allaah from the accursed Shaytaan, then you say Bismillah ir-Rahmaan ir-Raheem and recite al-Faatihah followed by a short soorah or some aayahs. Then you say Takbeer and send blessings upon the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) as one does at the end of the prayer. Then you say a third Takbeer and make du’aa’ for the deceased. The best is to say:


Allaahumma ighfir lihaayina wa mayitina wa shaahidina wa ghaa’ibina wa sagheerina wa kabeerina wa dhakarina wa unthaana. Allaahumma man ahyaytahu minna fa ahyihi ‘ala’l-Islam wa man tawaffaytahu minna fa tawiffahu ‘ala’l-eemaan. Allaahumma ighfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa a’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bi’l-maa’ wa’l-thalj wa’l-barad, wa naqqihi min al-khataaya kama yunaqqa’ al-thawb al-abyad min al-danas. Allaahumma abdilhu daaran khayra min daarihi wa ahlan khayra min ahlihi. Allaahumma adkhilhu al-jannah wa a’idhhu min ‘adhaab il-qabri wa min ‘adhaab il-naar wa afsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi. Allaahumma laa tahrimna ajrahu wa la tadillanaa ba’dahu


(O Allaah, forgive our living and our dead, those who are present among us and those who are absent, our young and our old, our males and our females. O Allaah, whoever You keep alive, keep him alive in Islam, and whoever You cause to die, cause him to die with faith. O Allaah, forgive him and have mercy on him, keep him safe and sound and forgive him, honour the place where he settles and make his entrance wide; wash him with water and snow and hail, and cleanse him of sin as a white garment is cleansed of dirt. O Allaah, give him a house better than his house and a family better than his family. O Allaah, admit him to Paradise and protect him from the torment of the grave and the torment of Hell-fire; make his grave spacious and fill it with light. O Allaah, do not deprive us of the reward and do not cause us to go astray after this).”


All of this was narrated from the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him). If you make du’aa’ with other words, this is OK, for example, you could say, “Allaahumma in kaana muhsinan fa zid fi ihsaanihi wa in kaana musee’an fa tajaawaz ‘an sayi’aatihi. Allaahumma ighfir lahu wa thabbit-hu bi’l-qawl il-thaabit” (O Allaah, if he was a doer of good, then increase his good deeds, and if he was a wrongdoer, then overlook his bad deeds. O Allaah, forgive him and give him the strength to say the right thing).” Then you say a fourth Takbeer and pause for a little while, then you say one Tasleem to the right, saying “Assalaamu ‘alaykum wa rahmat-Allaah.”


Taken from:


http://www.islam-qa.com/index.php?ref=12363&ln=eng

Saturday, November 17, 2007

Sebuah Janji

Novel fiksi ini mengambil latar belakang sejarah pasca serbuan/ekspansi bangsa Mongolia ke seluruh dunia. Disini kita akan disajikan mengenai mengenai tujuan hidup bagi bangsa mongol dan kaum muslim. Kekuasaan dan harta tak selamanya indah dan menentramkan hati.

Kesan mendalam dari novel ini adalah keikhlasan berjuang di jalan Allah. Patut di contoh oleh kita semua untuk senantiasa ikhlas dan berani untuk mengatakan kebenaran apapun yang dihadapi.

Pengarang: Shinta
YudisiaPenerbit: Gema Insani
Personal Rating: 8,2/10

nb: buku ini merupakan trilogi yang dilanjutakn dengan judul "Lost Prince" dan edisi terakhir blm tahu.

Kontroversi Buah Merah


Sejak beberapa tahun yang lalu, buah merah (Pandanus Coneideus) menjadi terkenal karena dianggap mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Penjualan buha merah, yang biasanya berbentuk minyak, menjadi laris manis. Tak tanggung-tanggung, penyakit seperti kanker dan HIV/AIDS pun dikatakan mampu disembuhkan. Semua itu berdasarkan penuturan pasien.


Bila kita mencermati lebih dalam tentang buah merah. Ada beberapa hal yang mengganjal. Buah merah telah "booming" sejak beberapa tahun tapi publikasi ilmiah (juranal) tentang hasil penelitian ilmiahnya masih kurang. Bila kita mencoba mencari di google tentang "buah merah" atau "Pandanus Coneideus", hasilnya minim. Lebih banyak mengenai penawaran produk daripada hasil penelitian. Terdapat satu publikasi ilmiah dari FMIPA UI, hasilnya adalah buah merah tidak memberi efek signifikan.
(ada di http://jurnal.farmasi.ui.ac.id/pdf/2006/v03n03/munim.pdf)


Bila buah merah dapat menyembuhkan berbagai penyakit ganas, mengapa jumlah penelitian maupun publikasi ilmiahnya masih minim? Apakah karena biayanya yang sangat mahal? Bukankah bila teruji ilmiah maka dapat menghemat biaya perawatan penyakit-penyakit ganas yang memakan biaya mahal? Sehingga mahal di penelitian awal tetapi nantinya dapat menurunkan biaya pengobatan pasien.


Masyarakat harus hati-hati dalam menelahan berita dan informasi. Bila tidak, maka penggunaan obat yang kurang jelas dapat membawa dampak memperburuk pasien. Kalau itu sampai terjadi, siapa yang mau bertanggung jawab. Disini dapat kita simpulkan bahwa harus ada perbaikan di sektor kesehatan.

Tuesday, November 13, 2007

Peranan Media dalam Pendidikan Anti-Korupsi

Korupsi telah amat membudaya dalam tata kehidupan bangsa Indonesia. Maka tak heran bila saat ini ada sekitar 12.400 laporan korupsi yang masuk ke meja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemberitaan di media pun tak kalah banyaknya. Sekarang kita sudah tidak aneh lagi bila mendengar atau membaca kasus tentang pejabat yang menggelembungkan anggaran (mark up), pengusaha yang menyelewengkan dana, pencekalan dan pemerikasaan terkait kasus korupsi.

Maraknya pemberitaan tentang kasus korupsi telah membawa dampak positif bagi pendidikan antikorupsi. Setidaknya terdapat tiga peranan media bagi pendidikan antikorupsi, pertama menimbulkan rasa was-was bagi orang yang hendak melakukan korupsi dikarenakan takut akan hukumannya. Kedua menimbulkan efek jera bagi pelaku korupsi akibat rasa malu yang diterima oleh si pelaku maupun keluarganya. Ketiga mendidik masyarakat untuk dapat mengetahui jenis dan pola korupsi sehingga dapat peka terhadap suatu gejala korupsi.

Media memang memiliki peranan penting dalam proses pendidikan dan penyampaian informasi kepada masyarakat. Dalam hal ini, pendidikan antikorupsi yang selama ini tidak ada dalam mata pelajaran dapat terfasilitasi melalui media massa.

Mengingat pentingnya peranan media dalam pendidikan antikorupsi maka pengembangan-pengembangan perlu dilakukan. Pola pemberitaan korupsi yang selama ini banyak berbentuk hard news dapat diubah menjadi feature sehingga dapat memberikan efek yang lebih mendalam tentang seluk-beluk korupsi kepada para pembaca. Selain itu, perlindungan terhadap wartawan peliput dan media yang memberitakan kasus korupsi perlu untuk ditegakan. Hal ini mengingat peliputan dan pemberitaan terhadap kasus-kasus korupsi berskala besar seringkali tak luput dari bahaya pengerahan premanisme. Tak lupa, peranan media ini perlu untuk dijaga sehingga tidak melenceng dari jalurnya semula. Tak jarang ada wartawan atau media yang malah menggunakan isu korupsi untuk memeras. Menjaga kredibilitas media adalah cara agar dipercayai oleh para pembacanya.

Pendidikan antikorupsi tidak harus dilakukan dalam pendidikan formal. Salah satu alternatif pendidikan antikorupsi yang telah terbukti cukup efektif adalah melalui media massa.

Tuesday, October 23, 2007

Perbedaan dalam Kalendar Hijriyah

Perbedaan penetapan awal dan akhir bulan dalam kalendar Hijriyah masih menyisakan persoalan di kalangan umat muslim. Memasuki bulan Ramadhan (terdapat ibadah shaum), Syawal (terdapat hari raya idul fitri) dan Dzulhijjah (terdapat ibadah haji), perbedaan dalam penetapan awal bulan-bulan tersebut membuat umat bingung dan terpecah. Sungguh menyedihkan melihat umat muslim berbeda-beda dalam melaksanakan ibadah dan merayakan hari raya.

Perbedaan penetapan bulan Hijriah secara sederhana didasarkan pada (1) metoda penentuan/pengamatan hilal (menggunakan rukyat atau hisab) dan (2) tempat lahirnya hilal (menggunakan mathla ikhtilaf atau mathla ittihad).

Metoda adalah rukyat, adalah melihat/observasi hilal pada tanggal 29 bulan Hijriyah untuk menentukan malam tersebut sudah masuk ke dalam bulan baru atau tidak. Bulan baru ditetapkan apabila hilal telah disaksikan oleh seorang muslim yang adil dan amanah. Metode rukyat merupakan metode yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Walaupun Rasulullah memliki sifat fatonah (cerdas) tetapi beliau tidak mencontohkan atau mengajarkan perhitungan astronomi pada umatnya.

Metoda hisab adalah menentukan terjadinya hilal melalui perhitungan astronomi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memungkinkan manusia mengetahui dengan akurat pergerakan benda angkasa di sekitar bumi. Bahkan ada beberapa ahli astronomi yang mengklaim bahwa kesalahan perhitungan astronomi dalam pengamatan gerak bumi, bulan dan matahari adalah dalam orde menit. Dalam hal penentuan hilal, metode hisab memang menjadi sebuah kontroversi, tetapi penggunaan metode hisab telah banyak digunakan dalam penentuan waktu salat wajib maupun salat gerhana. Bahkan waktu salat di berbagai telah dapat dihitung sampai pada orde menit. Saat ini, banyak mesjid yang menentukan waktu salat berdasarkan hisab dan bukan pada pengamatan langit. Sehingga perkara langit berawan tidak menyulitkan umat dalam penentuan waktu salat.

Mathla ikhtilaf adalah penentuan pergantian bulan Hijriyah didasarkan pada tempat kemunculan hilal pada daerah lokal tertentu. Bila hilal di suatu daerah tidak dapat diamati maka daerah tersebut menggenapkan bilangan bulannya menjadi 30 hari. Di Indonesia, mayoritas umat muslim menggunakan mathla ikhtilaf sebagai dasar penentuan pergantian bulan.

Mathla ittihad adalah penentuan pergantian bulan Hijriyah didasarkan pada kabar kemunculan hilal pada daerah manapun di bumi. Bila hilal telah muncul dan disaksikan, maka kabar kemunculan hilal tersebut berlaku diseluruh bumi. Bagi umat muslim yang menggunakan mathla ittihad sebagai pijakan pergantian bulan Hijriyah, penantian kabar kemunculan hilal terus dilakukan walaupun sampai larut malam. Bila di Indonesia tidak terlihat hilal sedikitpun, maka mererka menantikan kabar kemunculan hilal dari berbagai negara lain seperti di pakistan, arab saudi, mesir dan lain sebagainya.

Jama’ah/organisasi/harokah/hizb berasaskan islam yang menggunakan rukyat dengan mathla ikhtilaf sebagai dasar pergantian bulan hijriyah adalah Nahdhatul Ulama (NU), Salafi dan Persatuan Islam (Persis). Sedangkan yang menggunakan rukyat dengan mathla ittihad adalah saudara muslim yang tergabung dalam Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir dan Jamaah Muslimin. Sedangnkan yang menggunakan metode hisab adalah Muhammadiyah.

Menyikapi perbedaan pendapat yang ada, kita sebagai umat muslim harus menyikapi dengan toleransi. Dalam pengertian jangan sampai perbedaan mengenai sistem penanggalan Hijriyah ini menyebabkan terulangnya perang saudara sesama umat muslim sepertihalnya perang Jamal dan Shiffin. Tetapi membiarkan perbedaan dalam penanggalan Hijriyah ini berlarut-larut merupakan hal yang tidak baik. Karena umat muslim tidak diperkenankan untuk bercerai-berai.

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
(QS Ali Imran 103)

Sudah saatnya umat muslim diseluruh dunia bersatu dalam satu jamaah dan satu imamiyah. Sehingga perbedaan perkara sepertihalnya sistem penanggalan Hijriyah dapat diseragamkan oleh keputusan seorang khalifah/imam/ulil amri/amir yang adil. Seperti halnya penyeragaman kalendar Hijriyah pada masa khalifah Umar bin Khattab.

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
(QS An Nisa 59)

Wallahu’alam bi shawab
Dan hanya Allah yang Maha Mengetahui

Monday, October 22, 2007

Hilal


Bumi berotasi ke arah timur dan Bulan juga beredar mengelilingi Bumi ke arah timur. Bila bila dilihat dari arah langit kutub utara maka arahnya akan berlawanan dengan putaran jarum jam. Rotasi bumi akan menyebabkan terjadinya perubahan malam dan siang. Sedangkan peredaran bulan mengelilingi bumi menyebabkan terjadinya bulan purnama, bulan baru, bulan sabit, gerhana bulan dan gerhana matahari.

Hilal merupakan penampakan bulan baru setelah bulan mati. Bentuk dari hilal adalah bulan sabit. Hilal dapat diamati pada waktu maghrib, ketika matahari terbenam terlebih dahulu daripada bulan. Hal ini karena matahari yang terbenam akan menyebabkan langit menjadi lebih gelap sehingga pantulan cahanya matahari pada bulan dapat terlihat. Bila bulan terbenam terlebih dahulu daripada matahari maka hilal tidak terjadi.

Bila hilal telah muncul di suatu daerah maka penampakan hilal pada bumi bagian lebih barat dari tempat hilal muncul akan semakin jelas. Hal ini disebabkan perbedaan kecepatan rotasi bumi dan peredaran bulan mengelilingi bumi, serta kedudukannya terhadap matahari.

Munculnya hilal tidak serentak membentuk garis vertikal dari utara ke selatan tetapi berbentuk garis parabola. Daerah kemunculan hilal akan semakin besar ke arah barat. Bila hilal belum muncul atau gagal diamati (contoh: karena langit tertutup awan) maka jumlah tanggal dalam satu bulan kalendar hijriyah digenapkan menjadi 30 hari.

Kalendar Hijriyah

Sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, umat Islam menjalankan ibadahnya tak terlepas dari pergerakan matahari, bumi dan bulan. Tanda-tanda matahari dijadikan patokan dalam menjalankan ibadah salat wajib. Fenomena gerhana dijadikan patokan dalam menjalankan salat gerhana. Hilal dijadikan patokan dalam melaksanakan ibadah shaum dan haji.


Disebutkan dalam QS Yunus 5 dan Al Baqarah 189

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui. (QS Yunus 5)

Mereka bertanya kepadamu tentang hilal. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS Al Baqarah 189)


Pergantian bulan ditandai dengan munculnya hilal (bulan sabit baru). Rentang waktu antara munculnya suatu hilal dengan hilal berikutnya (1 bulan hijriyah) adalah lebih besar dari 29 hari dan lebih kecil dari 30 hari (1 hari = 24 jam). Dalam notasi matematika {29 hari, 1 hari = 24 jam}


Tiap 12 bulan hijriyah ditetapkan sebagai siklus 1 tahun, dimulai dengan bulan Muharram dan berakhir pada bulan Dhzulhijjah. Ke-12 bulan pada kalendar hijriyah adalah: (1) Muharram, (2) Safar, (3) Rabiul awal, (4) Rabiul akhir, (5) Jumadil awal, (6) Jumadil akhir, (7) Rajab, (8) Syaban, (9) Ramadhan, (10) Syawal (11) Dhzulqaidah, dan (12) Dhzulhijjah.


Kalendar hijriyah tidak memperhitungkan revolusi bumi terhadap matahari sehingga kalendar hijriyah tidak berkaitan dengan musim. Sebagai contoh, ibadah shaum pada bulan Ramadhan dapat dilaksanakan pada musim panas, salju, gugur ataupun semi. Siklus musim yang sama dapat kembali terjadi setiap 33 tahun hijriyah.


Pergantian hari dalam kalendar hijriyah ditetapkan berdasar waktu matahari terbenam di ufuk barat atau disebut dengan waktu Maghrib. Jadi hari dalam kalender Hijriyah dimulai dari malam. Dalam Al-Quran, malam selalu disebut terlebih dahulu malam kemudian siang.

Sistem Penanggalan

Sistem penanggalan telah dikenal oleh umat manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Umumnya peradaban zaman dahulu menggunakan tanda-tanda benda di langit (matahari, bulan dan bintang untuk menentukan pergantian musim. Hal tersebut sangat berguna untuk menentukan siklus bercocok tanam, pergi melaut, musim berburu, musim banjir dan lain sebagainya. Bagi umat beragama tertentu, fungsi penanggalan merupakan hal yang tak dapat dipisahkan. Perayaan hari raya ditentukan berdasarkan sistem penanggalan yang mereka yakini.


Sistem penanggalan ini kemungkinan besar muncul dan diketahui oleh umat manusia zaman dahulu ketika mereka menyadari bahwa pergerakan matahari atau bulan memiliki siklus tersendiri. Sebagai contoh adalah menghitung pergantian antara musim hujan dan kemarau dengan mengamati jumlah kemunculan bulan purnama.


Sejak zaman peradaban kuno (mesir, babilonia, yunani, cina, maya dll) sistem penanggalan mengalami banyak perbaikan dan koreksi hingga zaman kini. Secara garis besar, penanggalan dapat di bagi menjadi tiga macam; yakni: (1) Solar (matahari), (2) Lunar (bulan) dan (3) Luni-Solar (bulan- matahari).


Penanggalan atau kalendar solar merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada pengamatan terhadap matahari. Sistem penanggalan ini dihitung berdasarkan revolusi bumi terhadap matahari (gerak bumi pada orbitnya dalam mengelilingi matahari). Tiap siklus revolusi bumi terhadap matahari ditetapkan sebagai satu tahun. Contoh dari kalendar solar adalah kalanedar masehi. Satu tahun dalam kalendar solar adalah 365¼ hari. Dalam pelaksanaannya, tiap tahun dibulatkan menjadi 365 hari dengan pengecualian tiap empat tahun (tahun kabisat) menjadi 366 hari.


Penanggalan atau kalendar lunar merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada pengamatan terhadap bulan. Sistem penanggalan ini dihitung berdasarkan revolusi bulan terhadap bumi (gerak bulan pada orbitnya dalam mengelilingi bumi). Tiap siklus revolusi bulan terhadap bumi ditetapkan sebagai satu bulan. Contoh dari kalendar lunar adalah kalanedar hijriah. Lamanya satu bulan dalam kalendar lunar adalah lebih besar dari 29 hari dan lebih kecil dari 30 hari {29 hari < hari =" 24">


Penanggalan atau kalendar luni-solar merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada pergerakan bulan dan matahari. Revolusi bumi dijadikan patokan untuk satu tahun dan revolusi bulan dijadikan patokan untuk satu bulan. Mengingat jumlah hari dalam satu tahun yang berbeda antara kalendar solar (365¼ hari) dan lunar (354 hari), maka ditambahkan beberapa hari tertentu diselang bulan-bulan yang ada. Contoh dari kalendar luni-solar adalah kalendar yahudi dan cina kuno.

Study of Calcium Phosphate Bioceramics Powders Syntheszied via Biomimetic Process

The need of better and faster healing method for patients has increase the demand of biomaterial in the biomedical field. One type of the biomaterial that interested scientist and clinician to be study and developed are synthetic “Calcium Phosphate” based bioceramics. As we know, calcium and phosphate are the main element of the human hard tissue mineral.

The most widely used calcium phosphate based bioceramics are hydroxyapatite [HA, Ca10(PO4)6(OH)2], β-tricalcium phosphate [β-TCP, Ca3(PO4)2] and biphasic mixtures of these two. In the present time, synthetic calcium phosphate bioceramics are widely used in the area of orthopedic, dentistry and drug delivery. Further research shown that calcium phosphate bioceramics are possible to be use as ocular implant and also genetic therapy for certain types of tumors/cancers.

Considering the numerous applications of calcium phosphate bioceramics in biomedical fields, various synthesis techniques have been developed. Calcium phosphate bioceramics have been synthesized using several methods including the wet chemical precipitation, sol-gel, solid state reaction and hydrothermal method. Their presences are in the form of powders, granules, foams, dense and porous blocks, coating, cement, also various composites.

Another possible technique to synthesize calcium phosphate bioceramics is the biomimetic (bio=life, mimetic=mimicking) method. In this method, calcium phosphate based bioceramics are precipitated in mimicking the condition of the physiological environment of the human body. The media use for the precipitation is simulated body fluid (SBF), an inorganic solution with ion concentrations and a pH value similar to human blood plasma. Some study of this method reported that this technique is successful in synthesizing calcium phosphate bioceramics powders which are similar with those in the human bone.

(Taken from introduction of Undergraduate Thesis of Weko Abhinimpuno)

Sicko



Film doukmenter ini mengulas tentang komersialisasi di bidang kesehatan. Alur cerita yang unik membuat materi film yang berat menjadi mudah dicerna. Film ini nampaknya sebuah film yang wajib ditonton bagi orang-orang yang menginginkan perbaikan dunia kesehatan. Terutama saat ini, dunia kesehatan di Indonesia telah dijadikan area komersil.

Judul: Sicko
Personal Rating: 8,6/10

Doa Kepada Orang Tua

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).
(QS Ibrahim 41)


وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."
(QS Al Isra 24)


Ya Allah, jadikanlah aku anak yang saleh agar terus dapat berbakti pada orang tua dan mendoakan mereka.

Wednesday, August 15, 2007

Ospek Jurusan

Inilah cerminan "kepolosan" seorang adik terhadap kakak-kakaknya di jurusan. Disuruh ini itu, mau-mau juga. Nurut aja, biar cepet beres urusannya.

Ketika masuk sesuatu lingkungan yang baru maka tentunya kita berharap akan bimbingan dari kakak-kakak kelas. Kita berharap dikenalkan terhadap berbagai hal yang nantinya dapat membawa manfaat bagi kita semua. Apa yang diucapkan oleh kakak-kakak angkatan relatif kita percaya. Namanya juga masuk ke lingkungan yang baru. Pro - kontra mengenai ospek memang masih diperdebatkan. Bagaimana sih ospek yang baik dan benar sehingga nantinya dapat membawa manfaat, baik peserta maupun panitia.

Ketika awal-awal ospek, cukup apresiatif terhadap kegiataannya. Walaupun kurang senang, tetapi ya begitulah hidup. Tapi ospek yang ternyata rentang waktunya panjaaaang, hampir setahun. Jenuh juga, capeeee deeehhh. Memang budayanya begitu, hobi mahasiswa ITB kali ya? Akhirnya ospek pun diikuti oleh raga tetapi jiwa dan pikiran melayang entah dimana. Angkatan berbondong-bondong ikut, ikut aja.

Tapi memang, hari ospek membawa kenangan-kenangan konyal gak jelas. Dari mulai yang membawa kebahagiaan sampai yang membuah hati kesel. Dari kekonyolan pribadi, teman, angkatan dan juga panitia. Ya..., creativity under pressure.

Sunday, August 12, 2007

Problematika dalam Pendidikan

Pendidikan berfungsi sebagai alat untuk mencerdaskan dan kompetensi seseorang. Sudah sewajarnya bila pendidikan dijadikan salah satu prioritas utama untuk terus dikembangkan. Namun ironisnya, kesempatan untuk mengakses pendidikan di Indonesia masih belum merata pada setiap lapisan masyarakat.

Kendala utama tidak meratanya masyarakat mengakses pendidikan biasanya disebabkan oleh faktor geografis dan ekonomi. Kendala geografis umumnya dihadapi oleh masyarakat yang tinggal di daerah pelosok dan terpencil, terlebih mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang besar. Sedangkan kendala ekonomi muncul disebabkan tingginya biaya pendidikan yang umumnya sangat dirasakan oleh masyarakat perkotaan. Tingginya biaya pendidikan ini disebabkan oleh banyaknya biaya yang harus dikeluarkan untuk iuran sekolah, buku, alat tulis, seragam dan transportasi. Sehingga tak heran bila muncul paradigma bahwa pendidikan yang berkualitas ‘hanya’ bisa diakses oleh masyarakat yang mampu secara ekonomi.

Tidak meratanya kesempatan memperoleh pendidikan menjadi salah satu alasan pendirian pola-pola pendidikan alternatif baik formal maupun non-formal. Contoh dari pola alternatif pendidikan yang ditawarkan bagi masyarakat adalah SMP Terbuka, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) dan Kejar Paket. Khusus untuk SMP Terbuka pola ini diharapkan mampu menyukseskan program wajib belajar sembilan tahun. Tetapi pelaksanaan pola-pola pendidikan alternatif seperti SMP Terbuka, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) dan Kejar Paket masih menyisakan serangkaian masalah pada pelaksanaannya. Pada umumnya, pola pendidikan alternatif hanya menekankan pada jumlah lulusannya sehingga kualitas lulusannya seringkali terabaikan. Tak jarang karena fasilitas yang seadanya, kualitas lulusanan dari pendidikan alternatif ini sulit untuk bersaing dengan lulusan dari sekolah yang berkualitas (yang umumnya menetapkan biaya pendidikan yang tidak terjangkau oleh masyarakat yang kurang mampu).

Ironi bukan?

Pendidikan Anti-Korupsi

Saat ini, pendidikan antikorupsi sedang hangat untuk diwacanakan. Berbagai pihak sedang mengembangkan bermacam-macam metode pembelajaran yang diharapkan kelak dapat menghentikan praktik budaya korupsi di masyarakat. Sebut saja program pemerintah Kota Batam yang selama enam bulan ini mensosialisasikan bahaya korupsi kepada pelajar dengan mendatangi 53 sekolah menengah atas se-Kota Batam. Tak ketinggalan pula, Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) UGM yang mengadakan kegiatan Sekolah Anti Korupsi (SAK) yang dirintis sejak Agustus 2005.

Perlu untuk diperhatikan bersama bahwa penyelenggaraan pendidikan antikorupsi jangan hanya menekankan pada aspek kognitif (pengetahuan) semata. Aspek afektif (sikap) dan psikomotoris (kecakapan) perlu untuk dikembangan juga secara seimbang. Pendidikan antikroupsi yang seimbang dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotoris merupakan bekal yang sangat penting bagi siswa. Keseimbangan tersebut dapat membentuk mental yang kokoh dalam menjauhi korupsi.

Metode-metode yang efektif dalam mengembangkan aspek kognitif siswa dapat dilakukan melalui dialog maupun ceramah. Penerapan metode ini tidak perlu dilakukan dalam mata pelajaran baru. Penyisipan materi pendidikan antikorupsi dapat dilakukan dalam mata pelajaran yang telah ada, terutama dalam pelajaran ilmu sosial. Untuk mengevaluasi keberhasilan aspek kognitif pengajaran dapat dilakukan melalui pemberian tes tertulis, tugas kliping, esai, makalah maupun lomba karya tulis.

Aspek afektif dan psikomotoris akan lebih efektif dikembangkan di kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler sekolah merupakan simulasi dari bermasyarakat. Guru sekolah dituntut untuk dapat membimbing para siswa menjauhi praktik korupsi pada saat siswa tersebut menjalani kegiatan-kegiatan ektrakurikuler. Para siswa dibimbing agar dapat berlaku “bersih” dan transparan pada saat berkegiatan di OSIS, koperasi siswa, kepanitian orientasi siswa baru atau kepanitiaan 17 Agustusan.

Pelaksanaan pendidikan antikorupsi yang seimbang ini memerlukan perencanaan yang matang dan konsistensi dari pihak sekolah. Pihak sekolah harus pula dapat menjadi teladan dalam menjauhi praktik korupsi. Usaha sekolah dalam pelaksanaan pendidikan antikorupsi harus mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Walau sekolah memegang peranan sentral tetapi semua pihak memiliki tanggung jawab dalam menyukseskannya.

Laskar Pelangi

Novel unik ini memang menyajikan sebuah kisah yang membangkitkan kenangan akan Magic of Childhood. Menceritakan kisah tentang persahabatan anak-anak yang tinggal di daerah terpencil, Belitung. Segala keterbatasan yang ada tidak menyurutkan kebahagiaan, rasa keingintahuan dan semangat mereka. Alur kisah yang jenaka dan mengharukan sangat menyentuh hati para pembaca. Selain itu, novel ini menggugah pembaca mengenai realita kehidupan sosial dan pendidikan yang tidak merata.

Pengarang: Andrea Hirata
Personal Rating: 8,0/10

Friday, August 10, 2007

Tidak Harus dengan Ritual Upacara 17 Agustusan

Mendekati bulan Agustus, dipelosok-pelosok Indonesia mulai terlihat berbagai kesibukan untuk mempersiapkan perayaan kemerdekaan Indonesia. Perayaan tersebut sering lebih dikenal dengan 17 Agustusan. Berisikan berbagai acara mulai dari "ritual" upacara bendera, acara lomba sampai ke malam kesenian.

Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah sebagai berikut: Apa esensi dari upacara bendera tersebut? Mengapa harus tanggal 17 Agustus? Apakah para pejuang yang telah berkorban (insya Allah syahid) untuk kita membutuhkan "ritual" tersebut?

Bukannya saya tidak belajar PMP atau PPKn, tetapi marilah kita coba lihat lebih jauh lagi. Seringkali upacara bendera merupakan alat untuk menanamkan pola pikir nasionalisme dalam diri kita. Bagi saya, cobalah kita berpikir jauh. Jangan sampai pikiran kita hanya terpola pada kesamaan nasib "leluhur" (terjajah 350 tahun oleh belanda).

Lebih dari 350 tahun yang lalu...,
Leluhur kita, nabi Adam a.s. dan Siti Hawa turun ke bumi.

Lebih dari 350 tahun yang lalu...,
Leluhur kita, para nabi dan rasul seperti Nabi Ibrahim a.s., Musa a.s., Yusuf a.s., Daud a.s., telah melawan penindasan yang dilakukan oleh Nebukandezar, Firaun, Jalut dll.

Lebih dari 350 tahun yang lalu....,
Baginda Rasulullah saw. dan para sahabat, telah berjuang meletakan dasar sebuah peradaban yang agung dan mulia.

Lebih dari 350 tahun yang lalu.....,
Para juru dakwah telah melakukan berbagai ekspedisi ke berbagai pelosok bumi. Sehingga kini kita menikmati sebuah rahmat yang mulia, Islam.

Sejak zaman Nabi Adam sampai sekarang, perlawanan terhadap kedzaliman masih berlangsung. Jangan sampai pikiran kita tereduksi dalam 350 ke-dzaliman Kompeni(Belanda) di pulau-pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dll.

Bila berbicara ke-dzaliman kompeni/belanda, bukankah mereka juga menjajah Suriname? Lalu mengapa mereka tidak melakukan ritual 17 agustusan? Apakah karena alasan waktu proklamasi yang tidak sama? Bukankah papua pun masih diduduki oleh belanda setelah 17 agustus 1945. Ataukah karena alasan jarak yang jauh? Lalu siapa yang berhak menentukan suatu daerah terlalu jauh untuk tidak diaku dalam proklamasi kemerdekaan?

Let's try to think big...
Mari kita coba untuk berpikir jauh dan besar. Jangan sampai terkungkung dalam sejarah kelam 350 tahun terdzalimi oleh kompeni Belanda. Kita ini adalah keturunan dari Nabi Adam, mari berpikir sebagai Bani Adam.

Potensi Bahan Baku Alternatif untuk Kertas di Indonesia

Kertas adalah bagian yang tak terpisahkan dari peradaban manusia. Maka tak heran bila industri kertas dan pulp (bubur kertas) adalah salah satu sektor yang tingkat pertumbuhannya pesat, baik di Indonesia maupun di dunia. Saat ini, produksi kertas Indonesia menduduki peringkat ke-12 dunia, dengan pangsa 2,2% dari total produksi dunia yang mencapai 318,2 juta ton per tahun (www.wartaekonomi.com). Di tahun 2010, kebutuhan proyeksi kertas dunia diperkirakan akan naik sampai 425 juta ton per tahun (Hurter, 1998). Sehingga pada empat tahun mendatang, di seluruh dunia akan membutuhkan tambahan produksi kertas sebanyak lebih dari 100 juta ton per tahun. Di Indonesia sendiri, kapasitas, produksi dan konsumsi kertas terus meningkat setiap tahunnya.

Tingginya kebutuhan kertas tersebut tentunya harus diimbangi oleh ketersediaan bahan baku. Hutan Tanam Industri (HTI), yang direncanakan oleh pemerintah Indonesia sebagai penyedia bahan baku bagi industri berbasiskan kayu (termasuk bagi industri kertas), saat ini belum mampu untuk menyuplai seluruh kebutuhan kayu bagi industri di Indonesia. Untuk mengatasi kelangkaan bahan baku ini, banyak perusahaan yang berupaya memperoleh bahan baku melalui pasar gelap (illegal logging). Fenomena tersebut dapat terlihat dari data-data suplai kayu untuk industri kertas dan pulp. Menurut catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), selama satu dasawarsa, 1988-1999, industri kertas dan pulp nasional mendapat pasokan 100 juta meter kubik kayu sebagai bahan mentah. Ternyata dari jumlah itu, yang berasal dari HTI hanya berjumlah 8 persen (www.suarakarya-online.com, 5 Juli 2006). Sisanya, 92 persen adalah kayu ilegal. Ini berarti sebagian besar dari bahan baku untuk industri kertas dan pulp merupakan hasil illegal logging. Sehingga tak heran bila laporan Departemen Kehutanan (Dephut) tahun 2000 menyebutkan laju kerusakan hutan di Indonesia mencapai 1,6 juta hektar per tahun, pada periode 2001-2004 meningkat menjadi 3,6 juta hektar per tahun (www.kompas.com, 26 November 2006). Selain itu, kebutuhan kertas dunia yang terus meningkat dari tahun ke tahun tentunya akan meningkatkan laju perusakan hutan. Hal tersebutlah yang mendorong berbagai upaya-upaya dalam pengembangan teknologi kertas berbahan baku non kayu.

Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh industri kertas di Indonesia adalah sektor produksi kertas dengan bahan baku non-kayu hasil limbah agraria. Salah satu limbah agraria yang dapat menjadi alternatif bahan baku kertas di Indonesia adalah ampas tebu. Pilihan ini didasari atas tiga hal: pertama, ampas tebu dapat dijadikan kertas; kedua, ampas tebu belum termanfaatkan secara optimal; ketiga, Indonesia sendiri memiliki potensi lahan tebu yang sangat besar. Pada tahun 2004 terdapat sekitar 321.530 lahan perkebunan tebu di Indonesia.

Tiga hal tersebut membuka peluang pengembangan penggunaan alternatif bahan baku non kayu untuk industri kertas di Indonesia sehingga diharapkan dapat mengurangi laju kerusakan hutan.

Tebu adalah bahan baku utama dalam pembuatan gula di Indonesia. Ampas tebu sendiri dikategorikan sebagai limbah padat dari industri gula yang bersifat kamba (tidak padat). Dalam proses produksi di pabrik gula, ampas tebu dihasilkan sebesar 90% dari setiap tebu yang diproses, gula yang termanfaatkan hanya 5%, sisanya berupa tetes tebu (molase) dan air. Diperkirakan, setiap satu hektar perkebunan tebu mampu menghasilkan 100 ton ampas tebu. Ampas tebu dapat dijadikan sebagai bahan baku kertas karena mengandung serat selulosa.

(dari berbagai sumber)

Tegakkan Khilafah

Tiada kemuliaan tanpa Islam,
Tak sempurna Islam tanpa syariat,
Tak akan tegak syariat tanpa Daulah Khilafah Rosyidah.

Rasul bersabda: "Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian". beliau kemudian diam.
(HR Ahmad dan al-Bazar)

Monday, July 16, 2007

Kebiasaan Merokok di Indonesia

Sudah umum untuk diketahui bahwa kebiasaan merokok dapat menyebabkan datangnya berbagai penyakit. Namun, tampaknya pengetahuan tentang bahaya nikotin dan racun-racun pada rokok tidak cukup ampuh dalam mengajak orang untuk berhenti merokok.

Dari tahun ke tahun, jumlah perokok aktif di Indonesia mengalami peningkatan. Prof. Dr. Hadiarto Mangunnegoro, Sp.P, menyebutkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia yang pada tahun 1990-an sekitar 22,5 persen naik menjadi 60 persen dari jumlah penduduk pada tahun 2000 (kompas.com, 21/7/2005). Dengan peningkatan jumlah perokok yang cenderung naik pesat dari tahun ke tahun, maka tak heran bila saat ini Indonesia telah menduduki peringkat kelima jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina, Amerika, Rusia, dan Jepang (tempointeraktif.com, 1/6/2006).

Lebih mencengangkan lagi adalah fakta bahwa Indonesia mencetak rekor yakni sebagai negara dengan jumlah perokok remaja tertinggi di dunia. Hakim Sorimuda Pohan seusai acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2006 menuturkan bahwa saat ini tak kurang dari 13,2 persen anak-anak di Indonesia menjadi penghisap rokok. (republika.co.id, 1/6/2006). Berdasarkan survei, sekitar 34 persen anak sekolah usia SMP di Jakarta pernah merokok. Sekitar 16,6 persen di antaranya masih aktif merokok. Di Bekasi, Jawa Barat, 33 persen murid usia SMP juga pernah merokok dan 17,1 persen di antaranya tergolong perokok aktif. Di Medan, 34,9 persen anak usia SMP pernah merokok dan 20,9 persen masih aktif merokok (republika.co.id, 1/6/2006).

Sungguh amat menyedihkan melihat banyaknya perokok berusia remaja dan anak-anak. Bila hal ini tidak segera ditanggulangi maka dikemudian hari akan menyebabkan serangkaian permasalahan seperti peningkatan jumlah angka kematian akibat rokok serta penurunan usia produktif SDM bangsa Indonesia. Selain itu, bahaya lain yang tersembunyi dari merokok adalah bahwa remaja dan anak-anak yang menjadi perokok aktif akan lebih rentan untuk terjerumus kepada bahaya Narkoba (McDonough, 2003) dan minuman keras (Robertson, 2002).

(weko dari berbagai sumber)

Free Palestine - Free Al Aqsa

- Free Palestine - Free Al Aqsa -
- Fight Israel -
- Allahu Akbar -

Miopia

Mata merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk melihat. Mata manusia memiliki mekanisme otomatis yang bekerja secara sempurna. Melalui mata, dunia dapat tervisualisasi sehingga manusia dapat melihat segala keindahan bentuk dan warna yang ada di dunia. Berbagai kelainan dan penyakit yang menyerang mata, tentu dapat membuat rasa tidak nyaman dan mengurangi kemampuan dalam merespon rangsangan cahaya.

Kemajuan teknologi telah membawa manusia dalam kehidupan yang lebih kompleks. Perubahan zaman yang terjadi tidak selamanya membawa pada kehidupan yang lebih baik. Berbagai masalah kesehatan yang tidak ditemukan pada tahun-tahun silam kini banyak yang bermunculan. Salah satu masalah kesehatan tersebut adalah miopia yakni ketidakmampuan mata untuk melihat objek secara jelas pada jarak jauh.

Dari tahun ke tahun, jumlah penderita miopia di seluruh dunia terus bertambah. Berbagai studi tentang miopia yang dilakukan terhadap anak-anak di seluruh dunia menunjukan hasil mencengangkan. Saat ini, tidak kurang dari 800 juta orang di dunia menderita miopia. Angka tertinggi penderita miopia umumnya ditemui di negara-negara asia yang maju. Sebuah penelitian menunjukan menuturkan bahwa tidak kurang dari 70% anak-anak di Singapura, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang yang menderita miopia .

Semakin banyaknya jumlah penderita miopia tentunya akan meningkatkan jumlah beban biaya untuk menanggulanginya. Setiap tahunnya, total biaya yang dikeluarkan untuk perawatan dan penanggulangan masalah miopia di Amerika Serikat mencapai 45 triliun rupiah.

Di Indonesia sendiri, fenomena miopia di masyarakat adalah ibarat gunung es. Saat ini, belum banyak penelitian yang membahas mengenai miopia baik dalam hal pola persebaran di masyarakat maupun upaya pencegahan dan perawatan miopia. Umumnya, masyarakat kurang peduli terhadap miopia karena menganggap bahwa penggunaan kacamata telah menjadi solusi. Tetapi pada dasarnya, kacamata merupakan solusi sementara karena si penderita dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya akan sangat bergantung pada alat tersebut. Hal ini tentu akan berpengaruh pada aspek sosial dan psikologis penderita.

Bila masalah miopia tidak segera diatasi, tidak menutup kemungkinan bila persebaran miopia di Indonesia akan segera bertambah. Bertambahnya jumlah penderita miopia ini tentunya akan menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Terdapat tiga alasan mengapa miopia menurunkan kualitas sumber daya manusia. Pertama, penderita miopia tidak dapat mengisi profesi-profesi yang menuntut kemampuan mata yang baik seperti pilot, militer dan polisi. Kedua, penderita miopia akan terganggu dalam menjalankan aktivitas kesehariannya karena harus bergantung pada kacamata atau lensa kontak sehingga waktu yang dimilikinya tidak dapat sepenuhnya efektif. Ketiga, penderita miopia lebih rentan terkena kebutaan.

(Dari berbagai sumber)

Friday, July 13, 2007

Sekilas Yayasan Gapura


Yayasan Gapura diresmikan pada bulan Maret 2004. Pendirian Yayasan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam menuntaskan pelaksanaan wajib belajar 9 tahun. Saat ini, program kerja utama dari Yayasan Gapura adalah penelenggaraan SMP Terbuka yang ditujukan bagi anak-anak kurang mampu. Sesuai dengan namanya Gapura (Gerakan Amal Pendidikan Untuk Rakyat), kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan tidak luput dari partisipasi masyarakat baik sebagai donatur maupun relawan.

Diharapkan keberadaan Yayasan Gapura dapat memberikan harapan bagi anak-anak kurang mampu untuk mengenyam pendidikan.

Sekretariat Yayasan Gapura
Jl Sumur Bandung no 10 (SSC)
Telp. (022) 253-2030
Fax. (022) 253-2026

Info Relawan
Milist: relawan_gapura@yahoogroups.com

Mempersiapkan Bulan Suci Ramadhan

Allohumma bariklana fiy rojaaba wa sya'ban wa ballighna romadhan.

"Ya Alloh berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan"

Tuesday, July 10, 2007

Al Quran online on Yahoo Messenger.

Al Quran online on Yahoo Messenger.
Add " quran.noble " di YM.

Ketik "quran : (kode negara) (no surat) : (no ayat)"


contoh:

quran id 1:1-5
=> bhs indonesia

quran ar 2:23-26
=> bhs arab

quran en 5:3
=> bhs inggris

Friday, February 23, 2007

Brave Heart (digimon soundtrack)

................
If given a second, anyone can give up and run
So just keep on walking
There's something only you can do
So that this blue planet doesn't lose it's light
Seize the dreams you had!
Protect your beloved friends!
You can become stronger
Unknown power dwells in your heart, when its fire is lit
Any wish, it's true
Will surely be granted...show me your brave heart
Not every day is sunny, so sometimes
Even though a cold rain is falling, just open your umbrella
There's no map of how to live, that's why we're free
You can go anywhere
Run faster than the wind!
Aim farther than the skies!
You can meet a new you
Unknown courage sleeps in your heart, and when you realize
The downpour in your heart
Will surely stop...show me your brave heart
Seize the bright tomorrow!
Protect the ones you love!
You can become stronger
Break that weak self!
Destroy the walls blocking you!
The warm beat of your heart will be your weapon
Believe in your heart
.........................................

First Time

Assalamualaikum

Ups...
its the first time i start to blog...
what should i write.

No idea...

oh... i almost forget to introduce myself..
my name is Weko Abhinimpuno

you could contact me at
wekconan@yahoo.com

thx